Ads Top

Koloni Kera Ekor Panjang Rusak Bangunan Sekolah dan Serang Warga, Damkar Akan Lakukan Mitigasi

Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) merusak atap bangunan sekolah di Desa Purwasari

KUNINGAN - Kawanan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di blok hutan Guranteng, Dusun Sampora, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi meresahkan warga. Selain sering mengganggu warga sekitar yang sedang beraktivitas, gerombolan primata ini sering juga merusak tanaman pertanian warga bahkan merusak bangunan rumah dan sekolah. 

Kasi Pemerintahan Desa Purwasari, U Sugandi, menyebutkan, kawanan kera ini sering datang ke pemukiman warga dan sangat meresahkan. 


"Koloni monyet ini sangat mengganggu. Bahkan sudah merusak bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) GUPI Guranteng. Mereka kalau malam hari suka datang dan bersarang di atap bangunan sekolah, " terangnya. 

Jika siang hari, kawanan kera ini lari ke hutan. Namun jika malam hari, apalagi dalam kondisi cuaca hujan, mereka datang lagi ke atap bangunan sekolah tersebut. 

"Hampir setiap hari pihak sekolah membetulkan genting yang rusak akibat ulah  kera-kera ini. Selain banyak plafon yang jebol, kotoran kera berserakan di setiap sudut ruangan, " imbuh Sugandi. 

Flapon ruang belajar yang rusak akibat ulah koloni kera

Atas kejadian ini, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kuningan.

Pada Senin (17/1) malam, 3 petugas Damkar datang ke lokasi bangunan sekolah bersama aparat desa setempat untuk melakukan pemantauan aktivitas kera-kera tersebut. 

"Dalam kegiatan pemantauan Senin(17/1) malam ini, kita belum mendapatkan hasil. Mereka tidak datang ke lokasi, Selasa (18/1) besok kita akan terus pantau dan lakukan  mitigasi, " ujar Kepala UPT Damkar Kuningan, M Khadafi Mufti. 

Selasa (18/1) besok, pihaknya akan.berkoordinasi dengan Pemdes, masyarakat dan pihak sekolah untuk mencari solusi masalah gangguan kera liar ini. 

"Jika tidak berhasil dilakukan pengusiran, kita telah menelpon perwakilan Perbakin Kuningan untuk opsi perburuan kera liar ini, " imbuh Khadafi. 


Perburuan dilakukan, tambahnya, karena kera-kera liar tersebut telah sangat meresahkan dan membahayakan warga. 

"Tentunya, sebelum dilakukan perburuan, kita akan lakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pihak Polsek Garawangi, Koramil Garawangi, Aparat Permerintahan Kecamatan Garawangi dan desa setempat, " tandasnya.

Apabila dibiarkan, tidak dievakuasi atau diusir, kera-kera tersebut dikhawatirkan akan memakan korban baik dari warga maupun kerusakan fasilitas umum dan tanaman pertanian. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.