Ads Top

Lihat Keberhasilan Desa Kertayasa, Legislator Tina Wiryawati Fasilitasi Pengelolaan Sampah di Desa-Desa

Pelatihan Budidaya Magot, Hadirkan Para Kades, Tina Wiryawati Ajak Masyarakat "Olah Sampah Jadi Emas"

KUNINGAN - Kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tina Wiryawati ke Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan di penghujung Tahun 2021 tak sia-sia. Setelah bertemu dengan Kepala Desa Kertayasa, Arif Amarudin, Tina mendapat masukan berharga terkait pengelolaan sampah di desa tersebut yang telah berhasil dan sukses. 

Selain berhasil mengurangi volume sampah, Desa Kertayasa juga telah menunjukkan contoh pengelolaan sampah secara sistematis dan tuntas, bahkan hingga bisa membangkitkan perekonomian warganya. 

Dalam perbincangan bersama Kades Arif, Tina menangkap bahwa keberhasilan pengelolaan persampahan di desa tersebut adalah berkat kemauan dan kerjasama perangkat desa dan masyarakatnya untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang selalu terjadi. 

"Permasalahan sampah selalu terjadi di berbagai wilayah. Jika tidak dikelola secara tuntas, sampai kapan pun masalah sampah ini akan terus ada, karena manusia hidup pasti menghasilkan sampah, " ujar Tina, disela perbincangan dengan Kades Kertayasa, Jum'at (31/12/2021). 

Tanpa perhatian semua pihak, imbuh Tina, sampah ini akan merusak kelestarian lingkungan dan tentu juga bisa menimbulkan penyakit. 

Keberhasilan Desa Kertayasa dalam pengelolaan sampah secara menyeluruh dan melibatkan semua komponen di desa, katanya, bisa ditularkan ke desa lain. Ini agar di masa mendatang, Kabupaten Kuningan bisa segera terbebas dari permasalahan persampahan yang saat ini jadi kendala di masyarakat. 


"Saya tahu tadi dari Pak Kades bahwa penanganan masalah sampah di sini sudah tuntas. Bahkan warga di sini katanya, sampai berebut sampah untuk usaha pembuatan magot yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga, " papar Tina legislator Gerindra dari dapil Jabar XIII Kabupaten (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran) ini. 

Kesadaran masyarakat untuk memilah, dan memanfaatkan sampah agar bisa menjadi sumber pendapatan ini tentu tidak instan. Dikatakan Tina, ini butuh komitmen bersama dan adanya manajemen yang baik dari seorang Kepala Desa yang memiliki kemauan untuk segera melangkah dengan praktik konkret, tanpa wacana. 

"Pak Kades Kertayasa ini buktinya, Beliau dengan kemauan keras untuk menuntaskan masalah langsung dengan praktiknya, akhirnya berhasil, " tandas Tina. 

Terpisah, Kepala Desa Kertayasa, Arif Amarudin menerangkan, upaya  keras penanganan masalah sampah di desanya sebenarnya baru 2 tahun dilakukan. 

Arif ternyata berhasil mengajak warganya untuk merubah image tentang sampah yang kotor menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomi. 

"Dua tahun lalu, kita mencoba belajar sendiri tentang pembuatan magot dari sampah organik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga, dan ternyata berhasil. Kami ajak masyarakat mulai memanfaatkan sampah ini, mereka pun mau dan akhirnya di Kertayasa ini kita justru kekurangan sampah untuk pembuatan magot ini, " papar Arif. 

Selain keberhasilan budidaya magot dengan memanfaatkan sampah limbah rumah tangga, pihak Desa pun berhasil memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk menjadi lembaga perekonomian yang terlibat dalam penanganan sampah ini. 

"Bahkan kita ada kompetisi, bagi masyarakat yang menabung sampah terbanyak, akan mendapat reward emas dari pihak BUMDes, " ujarnya. 

Dari program tersebut, imbuhnya, kalimat merubah sampah menjadi emas di Desa Kertayasa ini memang nyata, bukan hanya istilah. 

Selain persampahan, manajerial yang baik dari seorang Kades Arif ini ternyata diwujudkan juga dalam berbagai aspek. Berbagai aplikasi digital sedang dikembangkan untuk mempermudah warga, baik untuk administrasi kependudukan maupun untuk keperluan lainnya. 

Melihat potensi Desa Kertayasa ini, Aleg Provinsi dari Partai Gerindra, Tina Wiryawati, tertarik untuk menularkan keberhasilan Kertayasa kepada desa-desa lain di Kabupaten Kuningan. 

Hari berikutnya, Sabtu (01/01), Tina mendaulat Kades Arif jadi narasumber dalam pelatihan pembudidayaan magot dengan memanfaatkan sampah kepada peserta dari Desa lain. 


Pelatihan budidaya magot digelar di Aula Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya. Beberapa kepala desa dan warganya, terutama para pengurus BUMDES, seperti dari Desa Cikaso, Desa Karangkamulyan, Desa Lebaksiuh, Desa Luragung, dan Desa Cimahi nampak ikut ambil bagian menjadi peserta. 

Salah seorang peserta, Kades Karangkamulyan, Yayat, menyebutkan, Ia akan segera menindaklanjuti hasil pelatihan tersebut dengan langsung studi banding ke lokasi di Desa Kertayasa. 

"Besok, saya beserta pengurus BUMDes akan langsung melangkah. Ini program bagus, karena permasalahan sampah memang dirasakan di Desa kami juga, " ucapnya. 

Menurut rencana pelatihan budidaya magot ini akan terus berkesinambungan dan mengajak desa-desa lain yang belum hadir jadi peserta. 

"Dari 1 desa ke desa lain, awalnya dari Desa Kertayasa, Insya Allah akan menular ke Desa lain. Alhamdulillah cikal bakal gerakan peduli lingkungan dengan pengentasan masalah sampah menjadi bernilai ekonomi sudah kita awali, " ujar Aleg Provinsi, Tina Wiryawati kepada KR. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.