Ads Top

Pergerakan Tanah Desa Cilayung, BPBD: Tanah Amblas 50 Sentimeter, Alat Pantau Telah Dipasang

Tim BPBD Kuningan lakukan pemasangan alat pantau pergerakan tanah di Desa Cilayung, Kamis (13/1) 

KUNINGAN - Bencana pergerakan tanah di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru langsung mendapat penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, warga dan pemerintahan desa setempat. 

Pada Kamis (13/1), BPBD Kuningan melakukan mapping ulang kondisi terkini bencana pergerakan tanah tersebut. 

Dilansir dari Kanal YouTube Lebakherang TV yang melihat langsung agenda mapping bersama petugas BPBD Kuningan, bencana pergerakan tanah di Desa Cilayung sudah terjadi sejak tahun 2021.


"Ini berarti kejadian susulan, tadi (Rabu) malam terjadi penurunan (permukaan tanah) sedalam 20 cm, yang sebelumnya telah amblas 30 cm. Berarti total penurunan permukaan tanah sedalam 50 cm, " terang Kalak BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana melalui sekretarisnya, Ayip Sutrisno dalam akun YouTube Lebakherang TV. 

Ditambahkannya, yang perlu diwaspadai saat ini adalah tingginya curah hujan antara 20-70 persen. 

"Upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemdes, pihak SD Cilayung dan masyarakat adalah menutup sementara retakan tanah, memasang alat pantau manual di setiap sisi retakan, " ujarnya. 



Dengan alat pantau ini, bisa dilihat apakah ada penambahan pergeseran tanah setiap harinya. Pihaknya berkoordinasi dengan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk memantau perkembangan pergeseran tanah tersebut. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah video memperlihatkan retakan tanah di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, beredar di media sosial percakapan publik warga Kuningan pada Rabu (12/1) 

Dalam video tersebut dikatakan si pembuatnya bahwa kejadian retakan tanah ini disebabkan adanya pergeseran tanah. 

"Selamat sore, selamat beristirahat, ini kejadiannya sudah ada dua minggu, tanah bergeser ke bawah. Lokasinya di dekat SD Cilayung, " demikian ujar orang yang membuat video itu. 


Dari penampakan video, terlihat retakan di sebagian jalan depan bangunan yang cukup parah. 

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, saat dihubungi kuminganreligi.com membenarkan adanya ancaman pergeseran tanah di Desa Cilayung ini. 

"Kita sedang mapping ulang, untuk yang awal sudah kita assesment namun sedang di-mapping ulang, " katanya. 

(Nars)


Diberdayakan oleh Blogger.