Ads Top

SMK Karya Nasional Hadirkan Motivator SMK Membangun Desa, Tingkatkan Karakter Keluarga Siswa Wujudkan Standar Bahagia

Kepala SMK Karnas dan Founder SMK Membangun Desa saat memberikan motivasi pada ratusan orang tua dan siswa, Senin (10/01) 

KUNINGAN - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Nasional bersama orangtua mengikuti kegiatan peningkatan karakter yang digelar sekolah selama sehari, di GOR SMK Karnas, Jalan  Raya Cigugur - Gunungkeling, Senin (10/01/2022). 

Para orangtua mendapatkan pembekalan semangat untuk menyekolahkan putra-putri mereka di SMK Karnas. Sedangkan, para siswa/i pun mendapat wejangan untuk siap belajar dengan mengedepankan akhlakul karimah dan tidak lupa pada kewajiban mereka sebagai siswa dan seorang anak. 


Acara peningkatan karakter keluarga siswa SMK Karnas ini bertema: Menuju Standar Minimum Keluarga Bahagia untuk Warga Desa".

Agenda tersebut menghadirkan narasumber yang juga Founder Peduli SMK Membangun Desa, DR Marlock. Terpantau dalam penyajian motivasi peningkatan karakter kepada para siswa dan orangtuanya ini, Dr Marlock sangat menyentuh dan menggugah spiritual sehingga meningkatkan semangat para orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. 

Kepala Sekolah SMK Karnas, Dr H Yefri Esa Trijaka, M.Pd, saat diminta keterangan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan soft-skill para siswa. 

"Ini bisa jadi sebab akibat menuju siswa yang berprestasi, memiliki keshalihan, dan sukses, " terangnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa efek dari agenda ini adalah terwujudnya keluarga yang bahagia. 

"Ini kita selenggarakan setiap tahun, untuk saat ini pesertanya adalah para siswa kelas X dan orangtua mereka. Kita akan evaluasi apakah memungkinkan juga untuk semua tingkatkan kelas, " katanya. 

Sementara, narasumber peningkatan karakter, Dr Marlock atau yang biasa disebut Gus Mar, menambahkan, pagi ini pendidikan karakter untuk orang tua dengan siswa, baru terjadi pertama kalinya di Kabupaten Kuningan. 

"Untuk orangtua agar masuk pada standar minimum keluarga bahagia. Karena dari rumah itulah standar sekolah yang terbaik, orangtua adalah guru yang terbaik, " ungkapnya. 

Ia memotivasi agar anak bisa berangkat sekolah dengan tanpa tekanan. Hal ini, katanya, bisa terwujud dengan baik. 


"Begitu sampai di keluarga bahagia, di situlah pintu rezeki terbuka, " tandasnya. 

Banyak orang mengatakan, imbuh Gus Mar, bahwa standar terbaik adalah kesejahteraan. Hal ini adalah sesuatu yang mahal,  harus keluar uang. 

"Kalau standar minimumnya bahagia, enggak usah keluar uang. Cukup anak bisa hormat pada orang tua, bangun pagi sendiri tanpa disuruh, menyuci dan menyetrika bajunya sendiri, rajin sholat tanpa diperintahkan orang tua dan anak mau belajar tanpa disuruh. Itu standar bahagianya orangtua, " paparnya. 

Ia juga mengapresiasi upaya SMK Karnas dalam memberikan motivasi peningkatan karakter bagi keluarga siswa-siswinya. 

"SMK Karnas juga mewujudkan pengentasan kemiskinan dengan mencetak lulusan yang sudah siap bekerja, walau tidak mengandalkan bekerja di perusahaan orang lain. Tapi siswa diharapkan bisa berwirausaha sendiri saat lulus nanti, " ujarnya. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.