Ads Top

Sidak Minyak Goreng di Pasar Tradisional Temukan Pedagang Jual dengan Harga Tinggi

Jajaran Forkopimda Kuningan lakukan Sidak Minyak Goreng di dua pasar tradisional, Jum'at (18/2)

KUNINGAN - Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kuningan bersama Kantor Bulog Cirebon melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ketersediaan dan harga minyak goreng di dua pasar tradisional, yakni Pasar Cilimus dan Pasar Ciawigebang, pada Jum'at (18/2).

Ikut dalam rombongan sidak tersebut, Bupati Kuningan, H Acep Purnama, Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda, Dandim 0615/Kuningan, Letkol CZI David Nainggolan bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kuningan, U Kusmana dan Kepala Kantor Cabang Bulog Cirebon, Budi Sultika.


Dalam sidak tersebut, seperti terlihat di Pasar Tradisional Cilimus, Bupati dan rombongan menemukan bahwa stok minyak goreng curah masih aman karena pengiriman yang kontinyu.

"Untuk minyak curah di Pasar Cilimus ini terlihat ada, dan harganya masih di batas wajar, satu kilogram dijual Rp 15 ribu," kata Bupati.

Sementara, untuk minyak kemasan yang bersubsidi, pihaknya memantau masih kurang pasokannya. Untuk itu, pemerintah akan mengupayakan pengiriman stok tambahan dari distributor maupun pihak Bulog.

Baca juga:


"Besok kita akan lakukan operasi pasar minyak goreng bersama Bulog yang akan dipusatkan di food court Taman Kota Kuningan," kata Bupati.

Di tempat lain, di Pasar Tradisional Ciawigebang, Bupati dan rombongan menemukan beberapa toko sembako yang masih menjual minyak goreng kemasan dengan harga tinggi.

Padahal pemerintah sejak pertengahan Januari 2022 lalu sudah menerapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng kemasan ini, yakni Rp 14 ribu / liter.

"Pemerintah memberikan subsidi pada minyak goreng ini agar tidak terjadi lonjakan harga. Yang masih dijual dengan harga tinggi tadi, mungkin karena pedagang membeli dari agen saat belum ada penerapan subsidi ini. Kita minta kepada pedagang untuk melakukan return harga dari pedagang ke distributor," papar Bupati.

Tak dipungkiri Bupati, bahwa saat melakukan sidak di dua pasar tradisional ini pihaknya masih menemukan kekosongan stok di beberapa toko.


"Minyak goreng ini sebenarnya ada namun soal harganya fluktuatif. Kalau ada kelangkaan mungkin akibat tersendatnya distribusi saja. Kepada masyarakat saya tetap tekankan jangan panik, dan jangan melakukan aksi borong," tandas Acep.

Pihaknya tetap berupaya berada di tengah-tengah masyarakat di saat kelangkaan minyak goreng ini. Dan akan terus mendorong distributor agar memperlancar pengiriman stok minyak goreng ke pasar-pasar tradisional dan ritel-ritel di Kabupaten Kuningan. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.