Ads Top

Ahad Malam Hujan Deras, 5 Titik Banjir, 2 Titik Longsor dan 1 Titik Pergerakan Tanah di Kuningan

Warga berjalan di dalam genangan air di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Ahad (13/3) malam


KUNINGAN - Hujan deras dalam waktu lama terjadi mulai Ahad (13/3) sore hingga malam hari. Hal ini mengakibatkan ada 8 titik lokasi kebencanaan di beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, Pusdalops BPBD Kuningan mencatat ada 8 lokasi kebencanaan yang terjadi pada Ahad malam.

"Ya rekapan laporan sementara hasil inventarisasi kebencanaan yang dilakukan Pusdalops BPBD Kuningan hingga pukul 21:00 WIB ada 8 titik kejadian," terang Indra kepada Kuninganreligi, Ahad malam.

Lokasi kebencanaan tersebut adalah banjir di Desa Babatan Kecamatan Kadugede, banjir di Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi, banjir di Desa Baok dan Desa Andamui,  Kecamatan Ciwaru, tanah longsor di Desa/ Kecamatan Ciwaru, tanah longsor di Desa Padahurip Kecamatan Selajambe, pergerakan tanah di Desa Jamberama Kecamatan Selajambe dan banjir di Desa /Kecamatan Maleber.

"Sementara anggota disebar ke berbagai titik, untuk melakukan koordinasi dengan wilayah setempat, " ujarnya saat ditanya terkait upaya penanganan yang dilakukan.

Seperti yang terlihat dalam beberapa video dan foto kejadian kebencanaan yang tersebar di beberapa grup percakapan publik WhatsApp warga Kuningan, nampak genangan air membanjiri jalan raya dan beberapa rumah warga di beberapa titik, pada Ahad malam.

Di Desa Maleber, genangan air menutupi jalan raya sekitar pasar. Begitu pun di Desa Langseb hingga Pasar Cinagara, air meluap ke jalan raya sangat deras sekali, setinggi kurang lebih 50 cm.

Di daerah Desa/Kecamatan Ciwaru, longsor tebing pinggir jalan raya tumpah ke badan jalan sehingga material tanah menutupi jalan. Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas terhambat dari dua arah.

Selanjutnya di Desa Padahurip Kecamatan Selajambe juga terjadi longsor dan di Desa Jamberama terjadi pergerakan tanah.

Hingga Ahad malam, kuninganreligi.com belum menerima keterangan rinci dari pihak terkait tentang jumlah kerugian dan korban terdampak beberapa kejadian bencana alam ini.


Sekira pukul 21:30 WIB, kejadian genangan air di beberapa tempat dilaporkan sudah berangsur surut. Warga yang rumah mereka dimasuki genangan air, terpaksa melakukan bersih-bersih lumpur hingga larut malam. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.