Ads Top

KUNINGAN - Perebutan mahkota juara pada open turnamen sepakbola Pemuda Pancasila Cup 1 yang digelar PAC Pemuda Pancasila Garawangi, akhirnya dimenangkan kesebelasan Alsada FC. 

Babak final mempertandingkan dua kesebelasan yang cukup dikenal, yakni Alsada FC melawan Bandit FC.

Pertandingan babak final yang digelar Selasa (22/3) di Stadion Pare-Pare Desa Karamatwangi, Kecamatan Garawangi ditonton ratusan suporter dari kedua kesebelasan.


Alsada FC yang dikomandani Manager James Bonbon unggul lebih dulu di menit ke-30 babak pertama. Seorang pemain Alsada FC, Mesi dilanggar pemain bertahan Bandit FC dan wasit memberikan tendangan bebas untuk Alsada FC.

Marcelo dari Alsada FC berhasil memanfaatkan tendangan bebas yang sempat memantul ke rumput langsung menjebol gawang yang dijaga Rio (Bandit FC).

Pertandingan sempat ramai saat terjadi salah faham antara dua official kesebelasan. Namun karena kedua tim sudah berkomitmen untuk bermain fair play, insiden yang terjadi berakhir dengan damai.

Skor 1-0 di babak pertama untuk Alsada FC tidak berubah hingga turun minum.

Masuk babak kedua, masing-masing kesebelasan ngotot untuk melakukan serangan ke kubu lawan. Seorang pemain Bandit FC, Roni, mendapat cedera saat berbenturan dengan pemain Alsada FC.

Insiden terjadi pada menit ke 13 babak kedua, saat salah seorang official Bandit FC menanduk hakim garis sehingga wasit menghentikan pertandingan.

Panitia Open Turnamen PP Cup 1, Ade Haryanto, akhirnya memutuskan pertandingan selesai dengan kemenangan Alsada FC karena insiden tersebut dinilai melanggar fakta integritas yang telah disepakati semua peserta PP Cup.

Melalui pengeras suara, Ade mengumumkan kemenangan Alsada FC dan memberikan sanksi kepada Bandit FC dengan denda sebesar Rp 8 juta.

"Sesuai fakta integritas yang telah disepakati bersama, karena ada pelanggaran dari tim Bandit FC terhadap fakta integritas maka kita hentikan pertandingan, dan kemenangan untuk Alsada FC, Juara Kedua Bandit FC, Ketiga Gemilang Raya dan Keempat Perkasa," kata Ade.

Mendapatkan sanksi dari Panitia, Kubu Bandit FC mengaku menerima dan pertandingan pun usai.

Salah seorang pemain Bandit FC, M Ridho Suganda saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu kenapa pertandingan diberhentikan. 

"Tapi enggak apa-apa, kita sudah tanda tangan fakta integritas, kalau ada yang menyebabkan keributan harus bisa diselesaikan. Inii kita terima dengan sportif, mudah-mudahan ini jadi pembelajaran buat kita semua," jelas pria yang juga menjabat sebagai Wabup Kuningan ini.

Terpantau, kedua tim akhirnya menerima keputusan panitia dan agenda dilanjutkan dengan pembagian tropi kejuaraan bagi para pemenang.


Pada turnamen yang berlangsung sejak tanggal 5 Maret ini terpilih juga tim terbaik, top score dan pemain terbaik.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama nampak hadir dan memberikan tropi kepada masing-masing juara didampingi Ketua MPC PP Kuningan, Harnida Darius, Ketua PAC PP Garawangi, Deki Syaifullah, Komdis PSSI Kuningan, Abdul Haris, Kapolsek Garawangi dan Danramil Garawangi. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.