Ads Top

Ratusan Jiwa Terdampak, Ini Penjelasan Lengkap 23 Titik Bencana yang Terjadi di Kuningan

KUNINGAN - Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan telah melakukan assessment terkait kejadian kebencanaan yang terjadi pada Ahad (13/3) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana merinci, Tim Pusdalops BPBD mencatat ada sebanyak 23 titik lokasi bencana yang terjadi Ahad malam.

"Pertama adalah bencana tanah longsor di Dusun Bangunsari Rt 19 RW 06 Desa Tangkolo Kecamatan Subang. Tebing bahu jalan lingkungan longsor mengancam jalan lingkungan terseret," terangnya. 


Penanganan sementara di lokasi tersebut sudah dilakukan oleh aparat desa dibantu masyarakat yakni dengan pemasangan rambu-rambu di sepanjang 6 meter longsoran.

Lokasi bencana kedua adalah banjir di Desa Andamui Kecamatan Ciwaru. Kronologi kejadian adalah TPT Sungai Cijuray roboh mengakibatkan 196 rumah terdampak (data terdampak dalam proses oleh aparat desa).

Dilaporkan 196 rumah tersebut tergenang air keseluruhan 40 cm sampai 150 cm, 1 unit Mushola attaqwa terendam, dan 1 unit bangunan roboh dibagian dapur.

"Saat ini rumah-rumah yang terdampak sudah dibersihkan oleh pemiliknya masing-masing," kata IB sapaannya.

Kemudian, lokasi bencana ketiga adalah banjir di Dusun Manis Kampung Walahar RW 0013/05 dan Kampung Seming RT/RW 14/05 Desa Baok Kecamatan Ciwaru.

Kronologinya adalah Sungai Cijurai meluap pukul 18.00 WIB mengakibatkan 55 rumah yang berpenghuni 60 KK (120 jiwa), Fasilitas Umum, 3 unit (Madrasah, Mesjid, dan Paud) terendam dengan ketinggian air 50cm - 1m dan 2 unit rumah 2 KK (8 jiwa) terendam di dusun Seming.

Lokasi keempat, banjir di Dusun 1 Kaliwon RT.2,3,4 Desa Maleber Kecamatan Maleber akibat dari aliran anak Sungai Ciparigi yang meluap dan tembok sungai jebol mengakibatkan kurang lebih 140 rumah warga terendam dari pukul 18.00 sampai 21.00 setinggi 40 cm.

Kejadian di titik kelima, adalah bencana banjir di Dusun Manis, Dusun Pahing, Dusun Pon, Dusun Wage dan Dusun Kliwon 1

Desa Garajati Kecamatan Ciwaru. Bencana banjir diakibatkan dari 3 saluran irigasi dari sungai citaal (bendungan Cinangka) sehingga meluap ke rumah warga.

Sementara, di Dusun Pon, tembok kolam milik warga jebol sehingga air meluap ke pemukiman.

Dampak dari luapan air ini 85 unit rumah terendam.

Keenam, bencana banjir terjadi di Dusun Manis RT/RW 001/001 Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi akibat anak Sungai Cikalong meluap pukul 18.00 mengakibatkan dua unit rumah sempat terendam yang dihuni 7 jiwa.

Ketujuh, bencana longsor di Dusun Sampih RT.22, 23 RW.07, Dusun Senen Desa Cipakem Kec. Maleber akibat TPT dan tebing longsor mengancam garasi rumah dan menutup jalan Dusun Sampih. Kemudian, tebing longsor menimpa tembok bagian samping 

rumah warga yang berpenghuni 5 jiwa serta badan Jalan Kabupaten dari Desa Cipakem menuju Desa Mekarsari longsor

Kedelapan, bencana longsor di Jalan Raya Blok Cimandala Desa / Kecamatan Ciwaru akibat tebing Bukit Blok Cimandala Longsor menutup akses jalan Penghubung Ciwaru – Cilebak, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan sementara.

Tebing Bukit Cimandala Longsor sepanjang 50 meter, lebar 50 meter dan tinggi 50 meter. Material tanah menutupi badan jalan setebal 80 cm - 2 meter 

Upaya penanganan sudah dilakukan dengan pembersihan material longsoron menggunakan 1 unit alat berat dan 1 unit mobil tangki air dilaksanakan hari Senin 14 Maret 2022.

Akses jalan Ciwaru Luragung sudah terbuka bisa dilalui kendaraan pada hari Senin pukul 15.50 WIB.

Kesembilan, bencana rumah ambruk di Dusun Sukajaya Rt 19 Rw 04 Desa Segong Kecamatan Karangkancana. Dinding bagian kamar rumah milik Erwin (56 th) yang dihuni 1 KK ( 6 jiwa ) roboh menimpa bagian dapur semi permanen rumah milik Ibu Caslih (67 th) yang dihuni 1 KK (1jiwa).

Volume dinding kamar yang abruk sepanjang 3 meter dengan tinggi 3 meter menimpa dapur rumah tetangganya seluas 20 meter persegi.

Masyarakat telah bergotong-royong menahan atap rumah dengan bambu dalam upaya penanganan darurat dan melaksnakan pembersihan material dapur yang tertimpa robohan.

Kesepuluh, tanah longsor di Dusun Cikembang RT 05 RW 02 Desa Bangunjaya Kecamatan Subang.

Akibatnya, 1 unit rumah teramcam longsor, TPT rumah warga yang dihuni 3 jiwa sepanjang 10 meter terbawa longsor.

Aparat Desa dan masyarakat melakukan penangannan sementara dengan pemasangan cerucuk bambu untuk penguat tebing.

Kesebelas, banjir dari luapan air Sungai Cisanggarung di Dusun Manis RT 002 RW 002 dan Dusun Pahing RT 01, 03, 04, 05 RW 03 Desa Bunder Kecamatan Cidahu mengakibatkan 4 rumah yang dihuni 4 KK (12 jiwa) tergenang banjir setinggi 50 cm, areal persawahan sedang panen seluas 10 Ha terendam banjir, 31 rumah yang dihuni 34 KK (98 jiwa ) di Dusun Pahing tergenang banjir setinggi 70 cm - 1 m dan areal persawahan sedang panen seluas 1,5 Ha terendam banjir.

Kedua belas, tebing halaman rumah warga longsor di Dusun 2 RT.05 Desa Cilimusari Kecamatan Cilebak. 

Kronologi, TPT rumah Karda (50 thn) yang dihuni 1 KK (1 jiwa ) longsor mengancam 3 unit rumah milik Tuslam ( 40 thn,1 KK, 3 jiwa ), Sarla ( 40 thn, 2 KK, 5 jiwa ), dan Wahyu ( 65 thn, 1 KK,3 jiwa ).

Ketiga belas, tebing kebun milik warga longsor di Dusun Ciawi tali Rt 03/02 Blok Sindang Asih Desa Cimenga Kecamatan Darma.

Kronologi, saluran irigasi jebol mengakibatkan Tebing Kebun milik warga atas nama Nana (55 thn) longsor menimpa dinding bagian kamar mandi dan dapur milik Hasan (38 thn) yang dihuni 1 KK (5 jiwa).

Keempat belas, longsor di Dusun Cirahayu RT002/002 Desa Cipedes Kecamatan Ciniru. Tebing samping rumah warga longsor dengan volume Panjang 7 m Lebar 3 m dan Tinggi 6 m. 

Kelima belas, tanah longsor di Dusun Ciseureuh Rt 01 Rw 011, RT 06 RW 12 ,dan Dusun Cimanggang Rt 03 Rw 14 .Desa/Kecamatan Ciwaru.

Kronologinya, TPT rumah milik Rodiah ( 36 th, 1 KK, 5 jiwa) longsor menimpa halaman rumah Jojo ( 36 th, 1 KK, 3 jiwa). Di lokasi lainnya, tebing tanah longsor mengancam 2 unit rumah permanen milik Iing Kuswara ( 62 th,1 KK, 3 jiwa) dan milik Bp Ori 40th, 1 KK, 6 jiwa). Kemudian di Dusun Cimanggang, tebing tanah longsor mengancam 1 unit rumah milik Rohim (55 th, 1 KK, 3 jiwa).

Keenam belas, bencana banjir di Dusun Manis RT 004 RW 002 dan Dusun Pahing RT 02, 03, 04, 08 RW 03 Desa Datar Kecamatan Cidahu.

Aliran air anak Sungai Sumurkawung meluap mengakibatkan 5 rumah 7 KK 25 jiwa tergenang banjir setinggi +- 30 cm - 50 cm kemudian areal persawahan sedang panen -+ 3 Ha terendam banjir.

Lalu di Dusun Pahing RT 01, 03, 04, 05 RW 03, aliran air anak Sungai Sumurkawung meluap mengakibatkan 20 rumah 23 KK 61 jiwa tergenang banjir setinggi +- 30 cm - 50 cm serta areal pertanian sedang panen -+ 4 Ha terendam banjir. 

Adapun, fasum yang terendam banjir adalah Lapang Voli, Posyandu dan Balai Dusun.

Ketujuh belas, bencana tanah longsor di Dusun Babakan Lor RT007/004 Desa Galaherang Kecamatan Maleber.

Kronologi hujan deras mengakibatkan jalan lingkungan Nusaindah Longsor menimpa bagian dapur rumah milik Ali (80 th, 2 KK, 6 jiwa) dan mengancam tiang listrik PLN serta mengancam 4 unit rumah atas nama Deni ( 30 th, 1 KK, 4 jiwa), Lismana (45 th, 1 KK, 4 jiwa), Harun ( 75 th, 1 KK, 3 jiwa) dan Basri ( 85 th, 1 KK, 4 jiwa).

Kedelapan belas, tanah longsor di Dusun Jatirasa RT02,03/02 dan Dusun Ciraharja RT09/05 Desa Gunungmanik Kecamatan Ciniru.

Tebing Longsor sepanjang 3 meter setinggi 5 meter menimpa halaman belakang rumah

milik Suhendi (58 th 1kk 2 jiwa) di Dusun Jatirasa. Kemudian, TPT belakang rumah Sahrudi (48 tahun dihuni 4 jiwa) longsor menimpa samping rumah milik Setiaman (65 th 1kk 7 jiwa), dan rumah Sahrudi terancam terseret longsor bagian dapur.

Selanjutnya, TPT halaman samping rumah Salhani (60 tahun) dihuni 5 jiwa, longsor sepanjang 4 meter dengan ketinggian 3 meter.

Kesembilan belas, bencana longsor di Dusun Surian RT 11 RW 03 Desa Jamberama Kecamatan Selajambe. Akibatnya, 2 unit rumah terancam longsor atas nama Karsum (63 tahun) 1 KK 5 Jiwa dan Kasman (63 tahun) 1 KK 3 Jiwa.

Kedua puluh, bencana longsor akibat luapan anak Sungai Hulu Dayeuh di Dusun Muhara RT05/06 Desa Mekarsari Kecamatan Maleber.

Kronologi, Bukit Munggang Kandang longsor sepanjang 50 meter membawa material

berupa rumpun bambu, mahoni, dan berbatuan lalu menutup anak Sungai Hulu Dayeuh dan membendung aliran air. Sehingga air jebol dan meluap ke pemukiman mengakibatkan 7 Unit rumah yang dihuni 8 kk, 17 jiwa sempat terendam air selama lebih 5 jam ketinggian air 50 cm - 1m.

Kedua puluh satu, bencana longsor di 4 dusun yakni RT 06 RW 02 Dusun Cipicung, RT 06 RW 02 Dusun Dukuh, RT 07 RW 03Dusun Babakan dan RT 12 RW 04 Dusun Tajur Desa Padahurip Kecamatan Selajambe.

Di Dusun Cipicung, tebing kebun milik warga atas nama Raya 57 thn dan Kusna 45 thn longsor mengancam satu unit rumah milik Heri Hermanto 53 Thn terseret dan saluran anak sungai pasir buntu tertimbun material longsoran.

Kemudian, di Dusun Dukuh, tebing kebun milik warga atas nama Tasan, 45 thn, longsor menimpa halaman rumah bagian samping milik Onadi (2 KK dan 4 jiwa) mengacam

rumah terser milik Karsih (65 tahun) yang dihuni 1 KK (1 jiwa) juga terancam terseret longsoran.

Di Dusun Babakan, kebun pohon kapol milik warga atas nama Juandi (69 tahun) longsor menimpa saluran air lingkungan. Kemudian, di Dusun Tajur, tebing kebun warga atas nama Medin (50 tahun) longsor menipa dinding rumah semi permanen di bagian samping jebol milik Juhendi (55 tahun) dihuni 1 KK, 3 jiwa.

Kedua puluh dua, bencana longsor di Dusun Jombang Blok Nanggorak RT006/002 Desa Pamupukan Kecamatan Ciniru. Kronologinya, tebing samping rumah milik Sanhawi (60 tahun) longsor sepanjang 10 meter sehingga rumah yang dihuni 4 jiwa ini terancam longsoran susulan.

Kemudian jalan gang RT 6 di lokasi tersebut longsor sepanjang 7 meter setinggi 4 meter.

Kedua puluh tiga, tanah longsor di Blok Talang Desa Pinara Kecamatan Ciniru. Kronologinya, akses jalan penghubung Desa Pinara - Desa Cipedes longsor sepanjang 20 meter setinggi 3 meter mengakibatkan brojong amblas dan jalan retak-retak.

Kalak BPBD Kuningan, Indra Bayu menerangkan seluruh lokasi bencana tersebut sudah dilakukan penanganan sementara oleh warga sekitar dibantu aparat desa, BPBD, Damkar, TNI,Polri dan relawan lainnya.


"Untuk jalan yang tertutup sudah bisa dilalui kendaraan dan penanganan sementara di lokasi banjir sudah dibersihkan," ucapnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.