Ads Top

Tim Gabungan Kembali Lakukan Sidak Minyak Goreng, Dua Ritel Kena Semprot Kadis

Kadiskppdagperin Kuningan semprot penjaga rit yang tak pajang stok minyak goreng di rak, Selasa (1/3)

KUNINGAN - Upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjamin ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat terus dilakukan. Salah satunya dengan menggencarkan pengawasan penjualan minyak goreng di beberapa ritel dan pasar tradisional agar masyarakat mudah membeli minyak goreng.

"Hari ini sesuai instruksi pimpinan kita kembali melakukan inspeksi mendadak di beberapa ritel dalam rangka menjaga stabilitasi harga dan ketersediaan pasokan barang


kebutuhan pokok akibat kenaikan permintaan masyarakat khususnya terhadap komoditas minyak goreng, " kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuningan, U Kusmana, disela kegiatan Sidak Minyak Goreng, Selasa (1/3).

Uu menyebutkan, salah satu upaya untuk menjaga agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan barang kebutuhan pokok terutama komoditas minyak goreng diperlukan ketersediaan dan terdistribusinya minyak goreng di tingkat pengecer. 

"Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas minyak goreng di toko swalayan dan pasar rakyat wilayah Kabupaten Kuningan, dalam dua hari ini," paparnya.

Berdasarkan pantauan kuninganreligi.com dalam Sidak tersebut, nampak dua ritel masih enggan menumpuk stok minyak goreng di rak yang ada. Satu Supermarket di Kelurahan Cijoho menumpuk minyak goreng di gudang dan tidak memajang di rak yang tersedia.

"Padahal di gudang tersebut ada 250 karton minyak goreng, makanya kita perintahkan pihak toko untuk memenuhi rak dengan stok yang ada. Terus isi lagi jika kosong, agar meyakinkan masyarakat bahwa minyak goreng itu ada tidak langka," sebut Uu.

Baca juga:



Di Ritel lainnya, Tim Sidak yang terdiri dari Satgas Pangan Polres Kuningan, Diskopdagperin Kuningan, Satpol PP Kuningan dan BPSK menemukan stok minyak goreng ditumpuk di kasir.

"Di sini alasannya lain lagi, mereka berdalih rak rusak sehingga tidak memajang minyak goreng. Padahal kita lihat masih ada space untuk memajang yakni dengan mengganti rak yang penuh kecap kemasan, yang dianggap langka itu minyak ya bukan kecap," tandas Uu.

Terpisah, petugas Satgas Pangan, Ipda Dahroji, menyebutkan dari temuan di lapangan soal belum sepenuhnya ritel memajang stok di etalase, belum bisa dikategorikan penimbunan.

"Belum memenuhi unsur penimbunan tapi tetap kita tegaskan agar pihak penjual memajang stok minyak goreng di rak yang ada agar terlihat masyarakat yang akan membeli. Jika tetap ditemukan lagi toko yang menyembunyikan stok di gudang, kita akan beri teguran  yang lebih keras nanti," katanya.

Untuk pemantauan di pihak Distributor, hari ini terlihat ratusan karton minyak goreng kemasan bersubsidi siap didistribusikan di pasar tradisional wilayah Utara.

Pemerintah juga akan mengadakan beberapa kali lagi operasi pasar murah di beberapa titik untuk melayani warga yang kesulitan  mendapatkan minyak goreng.


"Dari Kemendag juga akan mengadakan Operasi Pasar dalam waktu dekat. Untuk ketersediaan minyak goreng di Jawa Barat sebenarnya melebihi kebutuhan, dari kebutuhan 20 juta liter dalam dua pekan ini, Jabar sudah mendistribusikan 41 juta liter minyak ke masyarakat," terang Kadiskppdagperin Kuningan.

Jika masih ada warga yang sulit mendapat minyak goreng, Ia mensinyalir masih ada ritel yang nakal tidak mengeluarkan stok dari gudangnya.

"Untuk Kuningan dalam 13 hari ini kebutuhan minyak goreng adalah 10 ribu liter per hari. Stok yang sudah tersalurkan sebanyak 131 ribu liter," tukasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.