Ads Top

Beredar Bocoran Perubahan Daftar Komposisi AKD, Gerindra Bintang tak Ikut Rapat

 

Formasi lengkap Fraksi Gerindra Bintang DPRD Kuningan

KUNINGAN - Rapat Paripurna Internal DPRD Kabupaten Kuningan tentang Penyampaian Usulan Perubahan Anggota Fraksi pada Alat Kelengkapan DPRD digelar Rabu (6/4). Sejumlah 48 anggota DPRD Kuningan hadir mengikuti agenda paripurna ini.

Pimpinan Rapat, Ketua DPRD Kuningan membuka rapat dan mempersilahkan para ketua fraksi untuk membacakan usulan perubahan komposisi AKD dari fraksi masing-masing.


Saat akan dilaksanakan rapat masing-masing komisi, Ketua Fraksi Gerindra Bintang, Toto Tohari melakukan interupsi. 

"Izin Ketua, tadi disampaikan bahwa saat ini di bulan Ramadhan tidak boleh saling mendzolimi, tapi kita sudah terima bocoran daftar komposisi baru AKD ini. Jadi percuma kita ikut rapat penentuan komposisi AKD karena kita tahu tak akan tercantum dalam susunan tersebut," papar Toto.

Atas dasar itu, maka semua anggota Fraksi Gerindra Bintang memilih untuk tetap berada di ruang sidang utama DPRD, tanpa ikut rapat di ruang komisi.

Saat dikonfirmasi, Toto membenarkan bahwa sudah beredar daftar nama komposisi AKD baru sebelum pelaksanaan rapat. 



"Menurut aturan kan penentuan komposisi AKD ini hari ini, tapi percuma, soalnya susunannya sudah ada. Buat apa kita ikut rapat," kata Toto.

Ucapannya ini diamini rekannya Deki Zainal Muttaqin, yang menyebutkan jika komposisi AKD terbaru itu sudah ditentukan.

"Bandingkan saja nanti daftar yang bocor ke publik dengan hasil rapat hari ini, apakah sama atau tidak," ujarnya.

Sementara, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, yang juga Wakil Ketua DPRD Kuningan, Dede Ismail, mengaku saat itu posisinya adalah anggota fraksi. Maka dirinya wajib mengikuti perintah ketua fraksi untuk tidak ikut rapat penetapan perubahan daftar komposisi AKD.

"Saya sampaikan, inilah dagelan politik, lelucon, sinetron, drama, yang ditampilkan oleh wakil-wakil rakyat di Ancaran," ketusnya.

Deis menilai ada sikap rakus jabatan di saat Kabupaten Kuningan mendapat gelar miskin ekstrem, ditambah dengan angka pengangguran yang tinggi. 

Jika anggota Fraksi Gerindra Bintang masuk ikut rapat penetapan perubahan AKD di ruang komisi, Deis memandang sangat bodoh. Karena daftar nama perubahan komposisi AKD ini sudah bocor ke publik.

"Paripurna ini hanya formalitas saja. Kita anggap wajar sebagai dinamika politik," ujarnya.


Saat ditanya apakah Gerindra di Kuningan akan menjadi partai oposisi, Ketua Fraksi Toto Tohari tak menolaknya. 

"Iya, tapi kalau disebut oposisi terlalu kasar juga," ujarnya. (Nars)

Baca juga: 




Diberdayakan oleh Blogger.