Ads Top

Berusia 34 Tahun, PAM Tirtakamuning Targetkan Masuk 10 Besar BUMD Air Minum Nasional

Direktur PAM Tirtakamuning, Deni Erlanda

KUNINGAN - Perusahaan Air Minum (PAM) Tirtakamuning berdiri sejak 1 April 1988. Semula, pengelolaan penyediaan air minum untuk masyarakat di Kabupaten Kuningan dijalankan oleh Badan Penyelenggaraan Air Minum (BPAM) dibawah koordinasi Departemen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, sejak 1979.

Pada tahun 1988, sesuai SK Bupati Kuningan saat itu BPAM beralih status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pada awal pelayanannya PDAM hanya melayani sejumlah 500 sambungan di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Kuningan, Luragung dan Mandirancan.


Namun, kemajuan pesat terjadi di tubuh perusahaan yang berganti status menjadi Perusahaan Air Minum Tirtakamuning ini. Di usianya yang menginjak 34 tahun, PAM Tirtakamuning sudah bisa membuka dan melayani 60 ribu sambungan di 22 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan.


Direktur PAM Tirtakamuning, Deni Erlanda, mengatakan pada agenda HUT ke-34 perusahaan yang dipimpinnya ini, bahwa perjalanan PAM Tirtakamuning ibarat perjalanan hidup seorang manusia.

"Ibarat perjalanan hidup seorang manusia, PAM Tirta Kamuning menjalani masa balita yang harus diasuh, disayangi dan disuapi oleh orang tuanya, lalu merangkak belajar berjalan, belajar berbicara perlahan secara bertahap beranjak dewasa hingga harus bisa menjalani hidup mandiri," paparnya.

Pihak manajemen,, ungkapnya, menghaturkan terima kasih kepada para pelaku sejarah yang telah berjuang membesarkan PAM Tirta Kamuning sehingga saat ini mampu menjadi Perusahaan yang memiliki kinerja membanggakan baik di tingkat Nasional maupun tingkat Daerah. 

"Kami tidak boleh melupakan jasa-jasa para pendahulu kami yang dengan segala keadaan serta keterbatasan tetap berusaha memberikan segala kemampuannya tanpa kenal lelah bersama-sama mengembangkan dan memajukan PAM Tirta Kamuning," sebutnya.

Sebagai pucuk pimpinan PAM Tirta Kamuning saat ini, dengan masa kerja hampir 10 tahun, Deni mengaku telah berjuang keras dalam mengoptimalkan program dan terget yang dilakukan.

"Berdasarkan hasil audit akuntan publik atas laporan keuangan pada tahun 2012, PAM Tirta Kamuning berada dalam kondisi Rugi sebesar Rp 1,1 miliar, ditahun pertama terlibat dalam pengelolaan alhamdulillah dapat memperbaiki kondisi menjadi Laba walau-pun baru dikisaran Rp 200 jutaan," gamblangnya.

Sebuah kebanggaan baginya, ternyata berdasarkan hasil audit akuntan publik atas laporan keuangan per 31 Desember 2021, Laba yang diperoleh PAM Tirta Kamuning sudah mencapai sebesar Rp. 5 miliar lebih.

Tidak hanya itu, mulai periode kedua masa jabatan sebagai Direktur PAM Tirta Kamuning periode 2017-2021 apa yang menjadi harapan dan cita-cita untuk mewujudkan tata Kelola perusahaan (Good Coorporate Governance) yang baik dapat direalisasi sehingga PAM Tirta Kamuning sejak tahun 2017 berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut-turut sampai dengan tahun 2021.

Untuk diketahui, berdasarkan buku kinerja yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun 2021 yang lalu kinerja PAM Tirta Kamuning termasuk kedalam Perusahaan yang Sehat dengan nilai 3,84 point. 


Dari 388 BUMD Air Minum yang ada di Indonesia, PAM Tirta Kamuning berhasil memperoleh peringkat ke 16 tingkat Nasional, peringkat 13 untuk wilayah II (Pulau Jawa) serta peringkat ke 5 untuk Provinsi Jawa Barat. " Kami tidak puas hanya dalam prestasi saat ini,  target kami dalam kurun waktu 2-3 tahun kedapan harus mampu menembus nilai kinerja 10 besar tingkat Nasional," pungkas Deni. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.