Ads Top

Bincang Ramadhan | Mungkin Ramadhan Ini Jadi yang Terakhir Buat Kita?

Al-Habib Novel Al-Athos

KUNINGAN - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh ummat Muslim seluruh dunia. Betapa tidak, dalam Bulan Suci Ramadhan ini, Allah SWT telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi ummat Islam yang mau menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.


Ramadhan juga disebutkan sebagai Bulan Penuh Berkah, Bulan Penuh Ampunan dan Bulan Pembebasan dari Api Neraka. Ini merupakan Fadhilah Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Salah satu tokoh agama di Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Al-Habib Novel Al-Athos, sekaligus Pengasuh Majelis Al Wasilah, menyampaikan Keistimewaan Bulan Ramadhan pada acara Pesantren Kilat Anak, di Masjid Al Muawanah Kelurahan Winduhaji, Sabtu (2/4/2002).

"Ramadhan itu Bulan Istimewa, jangan samakan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain, " ungkapnya.

Diterangkan lebih lanjut, Rasulullah SAW pernah merasakan galau, gelisah, risau karena takut amal ibadah ummat Beliau sedikit. Pada saat itu Allah SWT menjawab kegelisahan Nabi dengan berfirman: "Wahai Rasulullah, Aku akan berikan kepadamu, satu bulan, dimana ummatmu beribadah di dalamnya, Aku lipat gandakan. Kemudian Aku berikan satu malam, kalau mereka beribadah akan diberikan pahala  (sama seperti beribadah) 83 tahun atau 1000 bulan".

"Ini kalau kita ingin memaksimalkan waktu, khususnya untuk anak-anak muda, kita harus sadar, ini bukan bulan yang biasa. Ini spesial lho, diberikan khusus kepada Ummat Kanjeng Nabi Muhammad," ujarnya.

Kemudian, imbuhnya, Ummat Muslim juga harus tahu faedahnya Bulan Ramadhan ini. Keutamaan apa yang akan kita dapatkan jika beribadah dalam Bulan Ramadhan ini.

"Diantaranya, perkara Sunnah, dihitung seperti ibadah wajib. Yang wajib akan dilipatgandakan jadi 10 kali lipat, ini semua ada di Bulan Ramadhan," tandas Habib Novel.

Lalu, yang terpenting, katanya lagi, kalau kita ingin memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan ini, kita harus sadari dan anggap, ini adalah Ramadhan kita yang terakhir.

"Kita mungkin tidak akan mendapati Ramadhan lagi di tahun mendatang, karena kematian adalah rahasiaNya. Pasti kita akan maksimal dalam mengisi Ramadhan ini," sebutnya.


Ia melanjutkan, yang terakhir adalah terus berdoa, agar bisa maksimal dalam beribadah. Sehingga selama bulan suci ini kita semua mendapat Rahmat, Ampunan dan keluar dari Bulan Ramadhan mendapatkan pembebasan dari api neraka. (Nars)


Diberdayakan oleh Blogger.