Ads Top

Ketua Fraksi Gerindra Bintang DPRD Kuningan,. Toto Tohari

KUNINGAN - Viralnya aksi seorang anggota DPRD Kuningan yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra Bintang yang membanting meja rapat paripurna sehingga kacanya hancur berkeping-keping langsung mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.

Tanggapan masyarakat tersebut ada yang menyebut aksi Toto sebagai anggota DPRD sangat memalukan. Ada juga masyarakat yang justru mendukung sikap Fraksi Gerindra yang berani menegur "koalisi" partai-partai yang berseberangan.


Terlepas dari plus-minus reaksi masyarakat ini, kuninganreligi.com berhasil meminta keterangan dari Ketua Fraksi Gerindra Bintang, Toto Tohari di sekretariat DPC Gerindra, pada Rabu (6/3) sore.

Menurut Toto, pihaknya jadi emosional karena merasa ada hak-hak Fraksi Gerindra Bintang yang dirampas oleh sejumlah fraksi yang berseberangan pada Paripurna tadi.

"Karena hak kami dirampas oleh mereka-mereka, " terangnya kepada wartawan.

Ditambahkannya, kekesalannya muncul saat pimpinan rapat mengetuk palu tanpa memperhatikan hak dirinya untuk berargumentasi. 

Baca juga:



"Tiba-tiba saja Ia mengetuk palu tanpa memberi kesempatan kita berargumentasi dengan dalih 6 fraksi sudah menyetujui mekanisme paket saat pemilihan anggota BK DPRD. Kan Saya tidak diberikan kesempatan untuk berbicara, makanya Kami walkout dan Saya emosional, itu hak kami," ujarnya.

Toto menilai pada pelaksanaan pemilihan anggota BK DPRD tadi siang tidak ada proses demokrasi yang sebenarnya.

Ditanya soal kerusakan meja yang dibantingnya, Toto secara pribadi menegaskan bahwa dirinya akan mengganti kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatannya saat membanting meja pada Rapat Paripurna tadi siang.

"Saya secara pribadi akan mengganti kerusakannya. Itu tanggungjawab Saya sebagai pribadi," tandasnya.

Lihat videonya di sini:

Sebelumnya diberitakan, rapat paripurna perubahan komposisi AKD DPRD Kuningan yang digelar Rabu (6/3) siang berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi saat Ketua Fraksi Gerindra Bintang membanting meja karena merasa pendapatnya tidak diakomodir oleh pimpinan rapat.

Untuk diketahui, dua Fraksi di DPRD Kuningan, yakni Fraksi Gerindra Bintang dan Partai Amanat Nasional, tidak mendapat posisi satu pun dalam pimpinan AKD perubahan di tengah perjalanan periode 2019-2024.

Fraksi Gerindra Bintang bersikap melawan saat mensinyalir adanya "permainan" dalam penetapan komposisi baru dalam pimpinan AKD ini.


Mereka mempersoalkan sudah adanya bocoran susunan komposisi pimpinan AKD sebelum rapat paripurna usulan perubahan berlangsung.

Bahkan saat rapat di komisi-komisi untuk menetapkan komposisi pimpinan AKD yang baru, delapan Anggota Fraksi Gerindra Bintang memilih untuk tidak mengikutinya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.