Ads Top

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy

KUNINGAN - Insiden digulingkannya meja oleh seorang Anggota DPRD Kuningan pada agenda rapat paripurna perubahan AKD, Rabu (6/4) kemarin, sempat menjadi bahan perbincangan warga Kuningan. 

Hal itu terlihat dari viralnya unggahan video terkait peristiwa marahnya anggota DPRD Kuningan ini hingga menjungkalkan meja di berbagai platform media sosial.


Seperti yang terlihat di akun media sosial tiktok Kuningan Religi, unggahan video insiden tersebut sudah ditonton oleh ratusan ribu netizen.

Menanggapi viralnya insiden terjungkalnya meja ini, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy melihat peristiwa itu hanyalah sebuah dinamika politik yang wajar.

"Itu insiden kecil ya, karena beda pendapat. Yang namanya pengambilan keputusan pasti ada kelompok yang beda pendapat, namanya juga demokrasi," ujarnya saat dimintai tanggapan melalui sambungan telepon, Kamis (7/4).



Namun, Zul mengklaim, seluruh mekanisme untuk perubahan komposisi AKD ini sudah ditempuh sesuai aturan. 

"Udah ditempuh sesuai aturan. Adapun insiden itu hanyalah riak kecil dalam dinamika politik yang wajar," kata Zul.

Ditanya jika ada laporan ke Badan Kehormatan dampak dari perbuatan anggota DPRD yang menjungkalkan meja tersebut, Zul menyebutkan itu hak masyarakat yang diperbolehkan.

"Boleh-boleh saja masyarakat melapor, nanti kan kita identifikasi laporannya benar atau tidak. Itu kan dinamika kecil saja menurut Saya, toh semuanya pasti akan kembali bersatu lagi," tandasnya.


Bicara soal perubahan komposisi pimpinan AKD dari hasil rapat paripurna kemarin, Zul menegaskan sudah disyahkan sesuai prosedur.

"Iya komposisi pimpinan AKD sudah kita syahkan sesuai mekanisme," sebutnya lagi.(Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.