Ads Top

Petugas Damkar Kuningan melakukan Disinfeksi di sekitar kandang sapi perah di wilayah Kelurahan Cipari, Sabtu (28/5)

KUNINGAN - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sudah menjangkiti sejumlah 133 ekor Sapi yang terdiri dari sapi potong dan sapi perah. 

Dokter Hewan dari Tim Penanggulangan PMK Kabupaten Kuningan, Rofiq, saat diwawancarai kuninganreligi.com mengatakan tiga lokus penyebaran PMK yang sudah terdeteksi adalah di Desa Mandapajaya Kecamatan Cilebak, Desa Cirukem Kecamatan Garawangi dan Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur.


"Untuk yang di Mandapajaya dan Cirukem sudah bisa teratasi dengan pemberlakuan karantina serta pemberian vitamin bagi sapi-sapi yang terjangkit. Sedangkan penyebaran PMK pada Sapi perah di Cipari masih kita waspadai karena dalam sehari rata-rata 19 ekor terjangkit," paparnya.

Guna menangani dan mencegah penyebaran PMK agar tidak terus menjangkiti sapi-sapi di kandang lain, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat, Polsek Cigugur, Koramil Cigugur, Komisi 2 DPRD Kuningan, Koperasi Susu, termasuk dengan para peternak untuk melakukan dan mengawasi pelaksanaan lock down di beberapa kandang supaya terhindar dari pengaruh luar.

Baca juga:

"Ya terutama di Blok Cigeureung sudah dilakukan lock down dan membatasi keluar masuk hewan juga manusia, agar penyebaran virus penyebab PMK bisa diminimalisir," katanya.

Guna membantu menghilangkan virus penyebab PMK di sekitar kandang, pada Sabtu (28/5), petugas dari UPT Damkar Satpol PP Kuningan diterjunkan ke lingkungan kandang sapi di wilayah Kelurahan Cipari untuk melakukan Disinfeksi (penyemprotan cairan disinfektan).

Lihat juga video ini:

Kepala UPT Damkar Kuningan, M Khadafi Mufti menyebutkan, sedikitnya ada  8 area kandang yang disemprotkan cairan disinfektan oleh petugasnya.

Diantaranya, area kandang Cisumur Pos Putra Harapan, Blok Taman Purbakala Cipari, Blok Sukamanah, Blok Sukarame, Blok Sukasari, Koloni KSU Karya Nugraha, Blok Kondang dan Kandang Sapi milik warga setempat, Endar.


"Kita menyemprotkan sekira 9,5 ribu liter disinfektan di 8 blok kandang tersebut secara merata," kata Khadafi.

Dalam kegiatan Disinfeksi kandang tersebut, pihaknya menurunkan 10 personil yang berkoordinasi bersama Satgas PMK Kelurahan Cipari.

"Sebelumnya, kita memang mendapatkan instruksi dari pimpinan, Pak Bupati untuk membantu pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku. Juga ada permohonan dari pemerintah Kelurahan Cipari untuk melaksanakan Disinfeksi ini," ujarnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.