Ads Top

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Uca Somantri, menemui sejumlah aktivis IMM Kuningan saat melakukan aksi di kantornya, Kamis (12/5)

KUNINGAN - Sejumlah aktivis mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kuningan mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan di Jalan Raya Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kamis (12/5) pagi.

Semula kedatangan mereka tanpa penjagaan dari aparat keamanan. Namun beberapa saat kemudian nampak aksi unjuk rasa mereka mendapat pengawalan dari aparat keamanan Polres Kuningan.


Pada aksi yang mereka juluki "Aksi Menuntut Disdikbud" ini menyoroti adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum pegawai kantor setempat kepada para calon kepala sekolah di lingkungan Disdikbud Kuningan.

"Kami menuntut tuntas oknum pejabat dinas yang terlibat pungli dengan hukum pidana," tegas Ketum IMM Kuningan, Younggy Septhandika Permana dalam surat pneritahuan aksi yang diterima kuninganreligi.com.

Salah seorang orator yang ikut dalam aksi tersebut, meneriakan bahwa Dinas Pendidikan seharusnya memberikan contoh untuk mendidik anak bangsa ini kepada hal baik, bukan malah pejabatnya melakukan hal yang mencoreng institusi pendidikan.

"Mau jadi apa bangsa ini jika pejabat dinas pendidikannya saja tidak benar," ujarnya.

Nampak menghadapi aksi para mahasiswa ini, Kepala Disdikbud Kuningan, Uca Somantri. Melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Abidin , Disdikbud Kuningan memandang unjuk rasa yang disampaikan para mahasiswa IMM ini adalah hal yang wajar dan sesuatu yang dilindungi undang-undang.

"Kita Dinas Pendidikan adalah lembaga terbuka yang tidak alergi terhadap kritik. Selama kritik itu membangun, kita terima dengan baik apalagi ini disampaikan rekan-rekan mahasiswa sebagai kaum intelektual," kata Abidin.

Langkah kedepan yang akan dilakukan Disdikbud Kuningan untuk menjawab kritikan mahasiswa ini, Abidin menambahkan, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal yang lebih intens lagi agar kinerja Disdikbud bisa lebih baik lagi seperti yang diharapkan.

"Kita akan konsolidasi dengan berbagai lini yang terkait dengan stakeholder pendidikan," ujarnya.

Terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat di lingkungan Disdikbud Kuningan, Abidin meyakinkan bahwa hal itu tidak terjadi 


"Kalau soal dugaan kan bisa saja. Tapi Dinas Pendidikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan itu," tandasnya 

Soal pungli itu, Ia yakinkan tidak ada. Namun kalau ada persepsi publik, dirinya memandang wajar ada dugaan tersebut. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.