Ads Top

Ketua Gema Jabar Hejo DPD Kuningan, Daeng Ali

KUNINGAN - Aktivis Gerakan Masyarakat Jawa Barat Hejo (Gema Jabar Hejo) DPD Kuningan meminta pemerintah daerah Kabupaten Kuningan tidak menutup mata dan telinga pada adanya dugaan kegiatan tambang ilegal di Kabupaten Kuningan. 

Dugaan adanya kegiatan tambang ilegal di Kabupaten Kuningan ini sempat dilemparkan ke publik oleh beberapa pengusaha galian C di daerah Kuningan timur yang merasa dianaktirikan oleh pemerintah akibat tak diberikannya teguran pada usaha tambang tak berizin yang mereka ketahui.


Meski kewenangan pemberian izin usaha pertambangan ada di Pemerintah Pusat dan Provinsi (untuk tambang-tambang tertentu), menurut Ketua GJH Kuningan, Daeng Ali, pemerintah daerah berkewajiban melakukan upaya pengawasan yang ketat agar kegiatan tambang tanpa izin tersebut tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.

"Belum lagi jika benar ada, tambang ilegal ini jelas-jelas tak memberikan pemasukan kepada negara, karena tanpa izin jelas tak bisa ditarik pajaknya untuk negara," ungkap Ali saat ditemui di Desa Cikaso, Senin (20/6).

Baca juga:

Yang ada, imbuhnya, aktivitas tambang ilegal ini sudah pasti meninggalkan kerusakan pada lingkungan karena kegiatan eksplorasi dan eksploitasi mereka.

Ia menambahkan, pada akhirnya nanti, biaya untuk pemulihan lingkungan akan lebih besar daripada manfaat yang didapat masyarakat dari kegiatan tambang ilegal ini.

Baca juga:

"Jangan sampai menunggu terjadinya bencana  baru semua bicara, semua buka mata, dan saat itu semuanya sudah terlambat," tandasnya.

Ali memandang perlu adanya ketegasan dari pihak pemerintah mulai dari bawah sampai ke atas. Sehingga tambang tambang ilegal yang ada agar tidak bertambah lagi. 

"Yang ada pun sudah merusak, apalagi bertambah, maka lingkungan akan semakin rusak," ungkapnya.


Ia meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup agar lebih memperhatikan upaya pemulihan lingkungan bekas lahan pertambangan. Para pengusaha harus didorong agar jangan hanya mengambil hasil alam tapi tidak memikirkan efek jangka panjang yang ditimbulkannya.

"Sehingga apabila dikemudian hari ada hal yang tidak diinginkan, seperti bencana dan lainnya, bisa diantisipasi sejak awal," pungkasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.