Ads Top

Bupati Kuningan, Acep Purnama saat melayat di rumah duka Almarhum Aang Hamid Suganda di Kelurahan Winduhaji. (foto:SS kanal YouTube APbae)

KUNINGAN - Mendapat informasi meninggalnya mantan Bupati Kuningan 2 periode (2003-2008 dan 2008-2013), Aang Hamid Suganda, Bupati Kuningan, Acep Purnama langsung berangkat ke rumah duka di Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan pada Selasa (21/6) dini hari.

Di rumah duka, Acep menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Almarhum yang juga orangtua dari Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda ini.


"Ya, Saya atas nama keluarga dan Bupati Kuningan turut berduka yang sedalam- dalamnya. Semoga Almarhum ditempatkan ditempat yang mulia dan keluarga diberikan ketabahan," ungkap Bupati Acep kepada awak media di sela kegiatan melayatnya.

Menurut Acep, atas kabar duka ini, tentu masyarakat Kabupaten Kuningan juga ikut berdukacita. 

"Pak Aang, Bupati Kuningan dua periode meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita-Jakarta, Senin (20/6/2022) malam, sekitar Pukul 22.55 WIB, " terangnya.



Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelumnya, Aang Hamid Suganda telah masuk rumah sakit. Dan Almarhum menghembuskan napas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Harapan Kita-Jakarta.

Untuk diketahui, Aang Hamid Suganda, lahir di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 15 Desember 1942. Merupakan Bupati Kuningan dua periode (2003-2008 & 2008-2013). Aang adalah ayah dari M Ridho Suganda Wakil Bupati Kuningan saat ini.

Almarhum meninggal diusia 80 tahun, meninggalkan lima orang anak, Rini Anggraeni, Erik Irawan Suganda, Lea Meirina Oktaviana, Sonya Puspasari Suganda dan M Ridho Suganda.

Menurut kabar dari pihak keluarga, rencananya jenazah almarhum akan dikebumikan di Pemakaman Umum Syekh Muhibat Kel. Winduhaji.

Selama menjabat sebagai Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda banyak meninggalkan jejak positif terutama dalam hal pembangunan di berbagai aspek. Sehingga Almarhum mendapat julukan Bapak Pembangunan Kuningan dari masyarakat Kuningan.

Selain pembangunan infrastruktur jalan yang mulus hingga ke pelosok desa, bahkan Almarhum juga dijuluki Aang Hotmix karena prestasinya itu, Ia juga menelurkan banyak kebijakan untuk lingkungan Kabupaten Kuningan.


Kebijakan yang ditinggalkan Aang diantaranya adalah dicetuskannya Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, mendorong berdirinya Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Peraturan daerah perlindungan satwa burung dan ikan, RTRW yang melindungi ruang hijau, dibangunnya Terminal Kertawangunan, diinisiasinya pembangunan Bendungan Kuningan serta kerjasama antar daerah di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dikenal dengan lembaga BKAD. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.