Ads Top

Anggota DPRD Kuningan, Dede Sudrajat didampingi Camat Cigugur, Yono Rahmansyah

KUNINGAN - Para peternak sapi di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur mendatangi kantor kelurahan setempat pada akhir pekan kemarin. Di sana mereka mengeluhkan permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dialami ternak sapinya kepada Lurah Cipari, Camat Cigugur dan salah seorang anggota DPRD dari Dapil 1 Kuningan, Dede Sudrajat.

"Saya lihat rekan-rekan sesama peternak yang menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian beternak sapi kini sangat terdampak dari ekonomi. Jika begini mau makan dari mana?," keluh Didin Awaludin, peternak sapi perah di Cipari.


Ia menyebutkan, akibat dari PMK ini sapi perah yang biasa menghasilkan susu sebanyak 10 liter per harinya, kini tak bisa lagi diperah karena sakit.

Jumlah air susunya juga berkurang drastis karena PMK menyebabkan sapi perah ini tidak mau makan.

"Gejala PMK ini cepat sekali menyerang, sapi punya Saya pagi masih segar, sorenya lidahnya sudah benjol-benjol kecil dan berbusa mulutnya," ungkap Didin.

Peternak sapi, Didin Awaludin

Pihaknya meminta pemerintah segera memberikan obat-obatan untuk menangani sapi mereka yang terkena PMK.

Kalau menunggu lama, sebut Didin, bisa-bisa para peternak sapi akan kehilangan pekerjaan mereka karena sapi-sapinya mati semua.

"Ya kalau tak segera diobati, kita jual pun harganya turun drastis, biasanya Rp 100 juta/4 ekor, bisa jadi hanya Rp 5 juta per ekor," katanya. 

Kemudian, ujarnya, di tempat pemotongan hewan pun saat ini kondisinya penuh. Sehingga banyak jagal yang tidak menerima sapi sakit yang akan dipotong bersyarat karena terdampak PMK.

"Kalau kondisinya demikian sapi-sapi ini menunggu ajalnya saja di kandang," keluhnya.

Sementara, Anggota DPRD Kuningan dari Dapil 1, Dede Sudrajat, mengaku akan menyampaikan keluhan para peternak ini kepada rekan kerjanya di Komisi 2, karena merekalah yang lebih berkompeten dalam penanganan kasus PMK ini.

Pertemuan peternak sapi di Kelurahan Cipari dengan anggota DPRD Kuningan dan Camat Cigugur

"Saya di sini kebetulan diminta masyarakat untuk hadir secara pribadi sebagai wakil mereka. Jadi Saya hanya bisa membantu menampung keluhan mereka dan ini akan dibawa untuk dibahas di komisi 2," terangnya.

Dede juga berjanji akan segera berkomunikasi dengan Bupati Kuningan, Acep Purnama, terkait keluhan masyarakat peternak yang belum mampu menyicil utang mereka di perbankan.

"Para peternak meminta pemerintah menyampaikan ke pihak perbankan agar bisa memberikan relaksasi cicilan utang mereka. Seperti saat Covid-19 juga kan ada upaya ini untuk meringankan masyarakat," tandas Dede.

Ia juga meminta pemerintah segera merealisasikan anggaran bantuan obat-obatan untuk para peternak sapi ini agar bisa mengobati sapi mereka yang terpapar PMK.


Terpisah, pemerhati pertanian dan peternakan yang juga penggiat perikanan, Sumadi, menyarankan agar pemerintah daerah segera bertindak cepat mendata sapi-sapi yang positif terpapar PMK.

"Segera dikumpulkan, kalau tidak bisa segera diobati ya mending dipotong semuanya untuk memutus mata rantai penyebaran PMK ini. Sebagai konsekuensinya, pemerintah daerah harus menyiapkan biaya ganti rugi untuk para peternak yang sapinya dipotong/dimusnahkan ini," gamblangnya tegas. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.