Ads Top

Suspek Hampir Tembus 1000 Ekor, Komisi 2 Sebut PMK Kejadian Luar Biasa dan BTT Harus Segera Dianggarkan

Ketua Komisi 2 DPRD Kuningan, Muhammad Apip Firmansyah

KUNINGAN - Setelah 3 pekan sejak munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kuningan, jumlah suspek hewan ternak yang terpapar, terutama Sapi, terus bertambah hingga hampir tembus angka 1000 ekor.
Komisi 2 DPRD Kabupaten Kuningan dalam pertemuan kedua kalinya dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, meminta pemerintah segera menganggarkan Bielanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan wabah yang menyerang ruminansia berkuku genap ini.

"Ini bisa dikatakan wabah yang menurut Kami sudah bisa dikatakan kejadian luar biasa, karena penularan PMK ini begitu cepat," ucap Ketua Komisi 2 DPRD Kuningan, M Apip Firmansyah saat ditemui usai pertemuan dengan Diskanak Kuningan dua hari yang lalu.
Di hadapan Asisten Daerah 2 Kuningan, Kabag Ekonomi Setda, jajaran Pejabat Diskanak dan Tim Dokter Hewan Penanggulangan PMK, Apip menyebutkan dalam pertemuan tersebut disepakati 2 langkah penanganan PMK yang harus segera dilakukan.


"Pertama untuk penanganan ternaknya itu sendiri, kedua untuk masalah peternaknya yang jelas terdampak pada perekonomian mereka," ujarnya.
Pihaknya meminta pemerintah segera menganggarkan BTT untuk penanganan PMK ini agar segera teratasi.
"Ini jelas sangat mengkhawatirkan karena sektor peternakan di Kabupaten Kuningan adalah penyumbang PDRB terbesar kedua," ungkapnya.
Ditambahkannya, kika tidak ada upaya cepat dan tepat sasaran, maka PMK ini akan berdampak pada penurunan PDRB dan bisa menyumbang terhadap peningkatan angka kemiskinan di Kuningan.
"Jika PMK tidak segera diatasi, berapa ratus orang (peternak) akan kehilangan mata pencaharian. Dan penyebaran PMK ini tersebar di 16 kecamatan di Kuningan," terangnya.
Sejak ditemukannya suspek hewan terpapar PMK, Komisi 2, kata Apip, telah melayangkan nota komisi kepada pimpinan untuk membuat edaran penanganan PMK. Kemudian, poin kedua adalah untuk segera membuat penganggaran BTT untuk membantu penanganan PMK ini.
Untuk diketahui, jumlah Sapi terpapar PMK di Kabupaten Kuningan, didominasi jenis Sapi Perah yang terkonsentrasi di peternakan sekitar Kecamatan Cigugur. Hingga Jum'at (10/6) kemarin, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, mencatat total Sapi yang terpapar PMK ada sejumlah 955 ekor.
"Jumlah ini kemungkinan terus bertambah karena sejak penanganan awal 3 pekan lalu terus melonjak hampir menyentuh angka seribuan ekor," kata Tim Dokter Hewan Penanggulangan PMK Kabupaten Kuningan, drh Rofiq saat dikonfirmasi kuninganreligi.com.
Jumlah kematian sapi yang tak sempat tertangani hingga hari ini ada 28 ekor, sedangkan jumlah sapi yang sempat dipotong bersyarat 26 ekor.
" Tingkat kesembuhan PMK ini ada 15 persen, hingga hari ini ada 147 ekor. Kita masih mendata karena petugas di lapangan masih mendata dan belum terlaporkan," jelas Rofiq.

Pihaknya saat ini menanti datangnya vaksin untuk menangani penyebaran PMK. Karena dari Pemerintah Pusat disebutkan akan segera diturunkan vaksin untuk menangani PMK di daerah.
"Kita saat ini kehabisan amunisi obat-obatan untuk menangani PMK ini. Di lapangan sudah kita serahkan ke peternak semua dan dilaporkan sudah habis," tandasnya didampingi Kabid Peternakan Diskanak Kuningan, Lia dan Kadiskanak Kuningan, Dadi Hariadi. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.