Ads Top

Tampil Bersama Aa Gym di Depan Santri Daarut Tauhid, Rokhmat Ardiyan: Kunci Kesuksesan Bisnis Itu Kejujuran

Penceramah Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) saat berbincang dengan pengusaha asal Kabupaten Kuningan, Rokhmat Ardiyan, Kamis (6/6) pagi.

KUNINGAN - Pengusaha muslim asal Kabupaten Kuningan, Rokhmat Ardiyan, mendapat kesempatan hadir bersama penceramah Abdullah Gymnastiar dalam satu acara rutin Kajian Ba'da Shubuh yang digelar Manajemen Qalbu, pada Kamis (16/6) pagi.

Acara yang juga disiarkan secara langsung oleh Kanal YouTube Aagym Official ini dibuka oleh Abdullah Gymnastiar dengan menjelaskan tentang pentingnya ibadah Sholat.


" Sholat adalah ibadah yang paling lengkap. Di dalam Sholat ada Takbir, Tahlil, Tahmid, membaca Al Qur'an, Syahadat, Sholawat, doa-doa dan bacaan lain yang sangat bermanfaat," terang pria yang akrab disapa Aa Gym ini.

Ia menjelaskan, dalam Al Qur'an pun dijelaskan, tidaklah sekali-kali kuciptakan Jin dan Manusia, kecuali untuk Ibadah. 

"Ibadah itu ada dua yakni ada Ibadah Mahdhah dan Ghair Mahdhah. Dan Ibadah paling utama adalah Shalat," sebut dai kondang ini.

Disebutkannya lagi, Manusia dalam hidup itu 24 jam pekerjaannya adalah menunggu dari waktu sholat ke waktu sholat. Salam waktu luangnya, manusia mengisinya dengan ibadah-ibadah yang lain, seperti bisnis, berumahtangga, kuliah, sekolah, dan lainnya.

" Jika full dalam keseharian kita ibadah, maka hal duniawi pasti akan mengikuti. Enggak usah risau dengan masa depan. Masa lalu, sekarang dan nanti, semuanya ada dalam kekuasaan Allah SWT," tandasnya.

Kemudian Aa Gym mempersilahkan hadir di sampingnya, pengusaha yang juga direktur Puspita Cipta Kuningan, Rokhmat Ardiyan untuk berbincang bareng dihadapan para santrinya.

Di hadapan Ardiyan, Aa Gym mengatakan bahwa semua orang punya kapling masing-masing, tidak mungkin semuanya jadi presiden.

" Nah, Pa Ardiyan ini dikaplingkan menjadi seorang pengusaha," kata Aa Gym.

Saat dimintai penjelasan soal usaha yang sedang dijalankannya, Ardiyan mengaku telah  merintis usaha sejak tahun 1997 bersama istrinya sehingga nama yang diambil untuk perusahaannya adalah Puspita.

Meski sebelumnya, Ia juga sudah merintis usaha penjualan alat tulis dan souvernir sejak kuliah di Universitas Jayabaya, Jakarta.

Ardiyan muda, diceritakannya, setiap hari membawa karung dan tas berisi dagangan dari Blok Mangga Dua Jakarta ke kampus-kampus yang ada.

"Alhamdulillah, sejak kuliah, pendapatan dari hasil dagang ATK ini, Ardiyan mengantongi Rp 3 juta," tutur Ardiyan.

Bisnis, bagi Ardiyan merupakan hal yang membahagiakan dirinya, karena bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dengan punya uang kita bisa membantu dan  menolong orang, 

"Kebahagiaan yang dirasakan adalah saat kita memberikan bukan pada saat mendapatkan," ucap suami dari Dian Marina Puspita ini.

Di hadapan para santri Daarut Tauhid, Ardiyan memaparkan juga prinsip menjemput rezeki versinya.

Menurutnya, hidup itu mencari ketenangan, maka lakukanlah bisnis dengan cara yang jujur, amanah, tanggungjawab, visioner, peduli, dibangun integritas. Karena dengan adanya integritas ini kita bisa bangun bisnis yang halal.

"Rasulullah SAW adalah pebisnis yang terpercaya, bahkan Kaum Yahudi pun mempercayai bisnis yang dijalankan Rasulullah," ujarnya.

Dengan prinsip menjemput rezeki tersebut, saat ini Puspita Cipta bisa melebarkan sayap usaha dengan membangun Rumah Sakit dan memiliki cabang di Manado, Sulawesi, Jateng, Jatim dan di Bandung.

"Alhamdulillah, dari kejujuran ternyata bisa membuka rezeki. Atas kejujuran dan taat aturan perusahaannya dalam mengelola SPBE Pertamina, Puspita Cipta mendapat penghargaan dan kemudahan untuk mengelola cabang lain dengan kuota yang lebih besar," ujarnya mengucap syukur.

Menambahkan pernyataan Ardiyan, Aa Gym memaparkan juga, bahwa seorang profesional muslim punya 2 ciri.

Pertama, ketika menjemput rezekinya dengan niat dan cara yang baik, Dan kedua, adalah saat mendistribusikan rezeki yang didapatkannya dengan niat dan cara yang baik pula.

" Rezeki itu dijemput bukan dicari. Rasulullah SAW itu Sidiq, Al Amin dan Amanah. Dari kejujuran itu akan lahir kebaikan-kebaikan. Negara Indonesia ini kalau semua muslim menjalankan kejujuran bisa jadi negara yang paling cepat makmur," paparnya.


Manusia itu, imbuh Aa Gym, semuanya pasti ingin bahagia, mulia, tidak ada yang ingin nista, dan ingin selamat.

Maka, tandasnya, menjalankan bisnis itu harusnya membawa kita bahagia, mulia dan selamat.

" Bersungguh-sungguh lah dengan apa yang bermanfaat bagimu, itu hal yang harus ditanamkan sebagai rasa syukur kita," pungkas Aa Gym. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.