Ads Top

Suasana Idul Adha biasanya identik dengan banyaknya daging hewan kurban 

KUNINGAN - Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah diperingati ditengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ruminansia. Kondisi PMK ini  secara tidak langsung berpengaruh pada penjualan hewan kurban hingga keraguan masyarakat untuk mengkonsumsi daging hasil sembelihan hewan kurban.


Saat kondisi wabah PMK ini, masyarakat dihimbau tidak ragu untuk mengkonsumsi daging ternak, apalagi daging dari sembelihan hewan kurban.

"Hewan kurban ini salah satu syaratnya adalah  sehat. Makanya jangan ragu untuk mengkonsumsi daging dari hewan kurban," kata petugas kesehatan hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, drh Rofiq, kepada kuninganreligi.com beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan kesehatan pada sebagian besar hewan yang akan dijadikan hewan kurban. Bahkan Diskanak Kabupaten Kuningan sudah mengeluarkan sejumlah 2.500 kalung sehat yang disebar di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan sebelum Hari Raya Idul Adha 1443 H.

"Para peternak banyak mengajukan ke kita untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Dan kita juga jemput bola ke lokasi kandang sapi dan kambing di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan," katanya.

Berbicara soal daging kurban, Rofiq menandaskan bahwa penyakit PMK tidak akan menular pada manusia. Maka, masyarakat diminta tidak ragu untuk mengkonsumsi daging dari hewan kurban.

"Agar lebih yakin disarankan mengolahnya (daging) dengan direbus terlebih dahulu," katanya lagi.

Penyakit Mulut dan Kuku, imbuhnya hanya menular pada hewan dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Berikut cara aman mengolah daging ternak untuk dikonsumsi, ditengah wabah PMK seperti yang dipublikasikan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan.

Pertama, daging jangan dicuci jika tidak akan langsung diolah. Jika ingin langsung diolah, rebus daging dalam air mendidih selama 30 menit.

Kemudian, jika daging tidak langsung diolah, maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin (chiller) minimal 24 jam, kemudian disimpan dalam suhu beku (freezer).

Untuk jeroan hewan ternak, pastikan jeroan direbus terlebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut. Jika tidak akan langsung diolah, rebusan jeroan bisa disimpan dalam kulkas.


Agar terhindar dari penularan PMK ke hewan lain, dan menghindari pencemaran lingkungan, bekas kemasan daging dan jeroan, agar tidak langsung dibuang ke lingkungan. 

Rendam dahulu kemasan bekas daging dengan pemutih pakaian/disinfektan atau cuka dapur sebelum dibuang ke alam. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.