Ads Top

 

Kantor Disnakertrans Kuningan 

KUNINGAN - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kelima yang dikunjungi Tim Pengendalian dan Evaluasi Pencapaian Program dan Target RPJMD 2018-2022 Pemda Kuningan adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan yang berada di Jalan RE Martadinata pada Hari Selasa (23/8)
Tim hadir lengkap, mulai Wabup M Ridho Suganda, Sekda Dian Rachmat Yanuar, Asda II Ukas Suharfaputra, Inspektur Deniawan, serta para Staf Ahli di lingkup Setda Kuningan.

Mereka tiba di kantor Disnakertrans sekira pukul 10:20 WIB. Pertemuan berlangsung di aula setempat selama kurang lebih 4 jam.
Kuningan Religi tidak sempat meminta keterangan dari Wabup Ridho Suganda, karena yang bersangkutan terlihat keluar lingkungan kantor lebih dulu dari yang lainnya.
Sementara, Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar berhasil diminta keterangan perihal evaluasi yang dilakukan di Disnakertrans tersebut.
"Di Disnakertrans ini ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki. Seperti terkait masih tingginya angka pengangguran terbuka, dan peningkatan peran BLK," kata Dian.
Tingginya angka pengangguran terbuka, imbuhnya sebagian merupakan dampak dari terjadinya Pandemi Covid-19 yang menggerogoti semua sendi, termasuk terjadinya pengurangan tenaga kerja di berbagai tempat kerja.
"Dan permasalahan angka pengangguran ini juga tidak melulu berkaitan dengan kinerja Disnakertrans. Tapi besarnya angka pengangguran disumbang juga dari sektor pendidikan formal, " sebutnya.
Seperti, banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang tak bisa masuk dunia kerja karena skill mereka tidak masuk apa yang dibutuhkan oleh lowongan kerja yang ada.
"SMK itu kan mempersiapkan para lulusan yang siap kerja. Namun pada kenyataannya passing-grad mereka banyak yang tidak masuk saat mengikuti seleksi masuk kerja," jelasnya sambil menuturkan apa yang disampaikan Kadisnakertrans Kuningan, Carlan dalam pertemuan tersebut.
Meski kewenangan SMK ini sudah masuk Pemprov, namun kedepan pihaknya berjanji akan mendorong agar di SMK bisa lebih mempersiapkan lulusannya benar-benar siap kerja.
"Bukan kita mencari kambing hitam, tapi mari kita duduk bersama dan membangun kesadaran bahwa salah satu kontributor angka pengangguran ini karena memang lulusan SMK ini belum siap terjun di dunia kerja saat ini," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga, kata Dian akan terus membuka lapangan kerja baru dari berbagai sektor untuk mengimbangi besarnya angka lulusan SMK ini. Pemerintah akan terus membuka investasi dengan lapangan kerja yang padat karya selain mengembangkan juga sektor wirausaha.
",Untuk penilaian kinerja, Saya kira di Disnakertrans sudah ada yang masuk kriteria hijau, bahkan ada yang biru. Namun masih ada satu dua yang merah dan butuh perbaikan," tandasnya.

Terkait Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di lingkungan Disnakertrans Kuningan, Sekda Dian meminta dinas bisa bekerja sama dengan pihak swasta dalam memilih SDM instruktur.
"Instruktur ini memang harus ekspert dan profesional dan beradaptasi pada lapangan kerja kekinian yang sudah berkembang sesuai arus teknologi. Tidak melulu hanya perbengkelan, salon dan sebagainya, " ujarnya lagi.
Terpisah Kepala Disnakertrans Kuningan, Carlan, saat hendak dikonfirmasi, terlihat terburu-buru keluar kantor. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.