Ads Top

Heboh Hujan Es di Sebagian Desa Wilayah Utara Kuningan, Ini Penjelasannya

Fenomena hujan es terjadi di Kabupaten Kuningan, Ahad (14/8) siang

KUNINGAN - Hujan yang terjadi pada hari Ahad (14/8) segera pukul 14: 00 WIB, menghebohkan sebagian warga di Kabupaten Kuningan bagian utara. Pasalnya hujan yang terjadi pada siang itu disertai dengan butiran es.

Sebagian warganet di Kabupaten Kuningan mengunggah kejadian hujan yang disertai dengan butiran es tersebut di berbagai platform media sosial.


"Hujannya sangat deras sekali disertai dengan butiran-butiran es sebesar kerikil yang berjatuhan dari atas," kata Ade, warga Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana.

Warga lainnya dinding yang tinggal di Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana mengungkapkan bahwa kejadian hujan disertai dengan butiran es tersebut baru terjadi kali ini.

"Iya selama saya tinggal di sini baru melihat kejadian hujan yang disertai dengan berjatuhannya butiran es dari langit," ujar Diding.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan bahwa fenomena hujan yang disertai dengan butiran es tersebut karena adanya perubahan cuaca yang sangat ekstrem dari yang semula panas sekali ke cuaca dingin.

Sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari warga Kuningan terkait adanya kerugian yang ditimbulkan oleh fenomena hujan es tersebut.

"Kalau dilihat dari musim, Bulan Agustus ini masih termasuk Musim Kemarau Basah, karena di cuaca yang seharusnya musim kemarau tetapi masih terjadi hujan," papar Indra.

Ia menjelaskan, dari BMKG, sudah disebutkan bahwa fenomena hujan es/hasil merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. " "Kejadian hujan lebat/Es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," paparnya

Menurutnya, indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat


"Jika sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)," rincinya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.