Ads Top

Kemeriahan Emak-emak Nyanyi Lagu Perjuangan pada Kegiatan Jalan Sehat Kowaci

Emak-emak se-Desa Cilaja Semangat 45 Ikut Agenda Jalan Sehat Kowaci, Ahad (21/8)

KUNINGAN - Rangkaian Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia di Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, ditutup dengan pelaksanaan jalan sehat keliling lingkungan desa setempat.

Ratusan warga dilepas oleh Kades Cilaja, Diding, di depan Alun-alun untuk mulai menyusuri rute Jalan Sehat pada Ahad (21/8) pagi.


Dengan sorak-sorai gembira sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan, ratusan warga kompak menyusuri rute jalan sehat, dari mulai alun-alun Desa Cilaja hingga finish di lokasi panggung hiburan, Blok Puhun Desa Cilaja. 

Ketua Komunitas Wargi Cilaja (Kowaci), Mumuh Muhyiddin, kepada kuninganreligi.com, Senin (22/8) menyebutkan, pada acara jalan sehat tersebut, panitia menyediakan cukup banyak hadiah dengan sistem pembelian kupon Rp2.500. 

"Kegiatan ini menjadi kegembiraan bersama bagi warga Cilaja, khususnya kampung Pahing dan Puhun. Sebenarnya ini acara mendadak, kita persiapannya hanya sekitar 2 minggu saja. Tapi Alhamdulillah berjalan lancar," kata Mumuh.

Pihaknya berharap, kebersamaan ini harus terus dibangun untuk menjaga tali silaturahmi. Insya Allah ke depannya dalam momentum Peringatan Hari Besar Islam, juga akan ada kegiatan.

"Acara kemarin Alhamdulillah ada juga rereongan dari warga Pahing dan Puhun, dibantu sejumlah donatur dari luar," ucap lulusan Fakultas Hukum Uniku ini.

Dijelaskannya, rangkaian acara peringatan HUT RI tahun ini dipelopori warga Kampung Pahing dan Puhun yang dimulai dengan ikut serta dalam upacara bendera di alun-alun desa Cilaja. 

Pada upacara tersebut, puluhan warga mengenakan pakaian unik saat mengikuti upacara. Dari mulai kostum petani, pendekar, mekanik, guru, dan lain sebagainya. Untuk menarik perhatian, panitia menyediakan hadiah untuk 3 pakaian terunik yang diumumkan pada puncak acara. 

"Acara dilanjutkan dengan tradisi makan nasi liwet secara bersama-sama, atau dalam istilah di kampung disebut Botram. Mereka pun terlihat bergembira untuk makan bersama dengan lauk pauk seadanya. 

"Selain itu kita juga menggelar aneka lomba hiburan yang diikuti oleh seluruh masyarakat," katanya.

Ciri khas acara Agustusan, seperti Panjat Pinang, juga digelar di Desa Cilaja. Panitia menyediakan sejumlah hadiah utama berupa uang tunai, kompor gas, strika, sparepart motor, serta banyak hadiah lainnya. 


"Acara panjat pinang ini cukup menghibur dan banyak disaksikan masyarakat. Karena untuk mencapai puncak tiang yang dibuat dari pohon pinang ini membutuhkan keterampilan khusus akibat licinnya pohon tersebut," terangnya.

Pihaknya berharap kedepannya akan bisa diselenggarakan lagi kegiatan-kegiatan sejenis yang dapat mempersatukan masyarakat dalam sebuah kegembiraan. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.