Ads Top

Mang Ewo: Panitia Lomba Vlog Tidak Profesional, Susanto: Jika Pakai APBD Maka Perlu Dievaluasi

Sujarwo (Ketua F-Tekad, Kiri) - Susanto (Anggota DPRD Kuningan, kanan)

KUNINGAN - Ramainya pemberitaan media terkait adanya kekecewaan peserta Lomba Vlog Destinasi Wisata Disporapar Kuningan, ditanggapi juga oleh salah seorang pemerhati kebijakan pemerintah daerah, Ketua Forum Telaah Kebijakan Daerah (F-TEKAD), Sujarwo.

Berbincang dengan kuninganreligi.com, di gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (22/8), Sujarwo mengaku tidak terkejut lagi saat mendengar kinerja Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata yang lagi-lagi membuat kecewa masyarakat.


"Sepertinya langganan sorotan publik Disporapar ini. Beberapa kali selalu jadi bahan aduan masyarakat," ujarnya seraya menyebutkan beberapa persoalan Disporapar Kuningan yang sebelumnya disorot masyarakat.

Disporapar Kuningan, katanya pernah jadi sorotan ormas Islam saat menggelar acara massal di Waduk Darma dengan sponsor "Orang Tua". Kemudian, di saat Pandemi Covid-19, ada pemberitaan promosi wisata yang dilakukan Kadisporapar yang sempat ramai.

"Apakah memang langganan atau bagaimana, selalu jadi bahan kontroversi (Disporapar Kuningan ini)," sebut Mang Ewo, sapaannya.

Bicara soal adanya kekecewaan peserta Lomba Vlog Destinasi Wisata Disporapar Kuningan, Ewo mengatakan, jika membaca alasan kenapa peserta tersebut kecewa, Ia melihat ada ketidakprofesionalan pihak panitia.

"Kalau aturan lomba dirubah-ubah seenaknya tanpa pemberitahuan kepada peserta jelas panitia yang salah, menurut Saya amatiran istilahnya," kata Dia.

Meskipun baru pertama kali mengadakan lomba seperti ini, pihak Disporapar Kuningan, imbuh Ewo, seharusnya memilih kepanitiaan yang mumpuni di bidangnya.

"Jangan-jangan yang jadi dewan jurinya saja tak mampu membuat video seperti yang dibikin peserta," ketusnya.

Ewo mengusulkan, agar Disporapar segera menanggapi polemik kekecewaan dari peserta lomba Vlog ini. Jangan sampai malah nanti jadi bumerang bagi pemerintah jika muncul permasalahan lain yang lebih besar.

"Barusan Saya baca di berita, Komisi 2 DPRD Kuningan sudah menanggapi hal ini. Jika sudah masuk evaluasi DPRD kan malah jadi akan melebar ke hal lain nanti," ungkapnya.

Dirinya mengaku sependapat dengan Anggota Komisi 2 DPRD Kuningan, bahwa peran serta masyarakat untuk mempromosikan pariwisata di Kuningan jangan dipandang sebelah mata.

"Kalau Disporaparnya sendiri belum bisa membuat konten-konten promosi pariwisata yang baik kenapa saat ada masyarakat yang berkontribusi ikut menunjang program Disporapar malah dikecewakan," sebutnya.

Sementara, salah seorang Anggota DPRD Kuningan lainnya, Susanto, saat menghubungi kuninganreligi.com melalui sambungan seluler juga mengaku prihatin atas adanya kinerja Disporapar yang membuat masyarakat kecewa.

"Disporapar kan menggunakan anggaran dari rakyat untuk jalannya program mereka. Maka jangan sekali-kali kecewakan rakyat," tegas Legislator PKB dari Dapil V Kuningan ini.


Ia mengaku setuju, jika ada evaluasi baik pada panitia Lomba Vlog maupun pada Disporapar selaku kedinasan yang menyelenggarakan lomba tersebut.

"Harus lah, harus ada yang mengingatkan. Pemerintah kan menggunakan uang rakyat, maka ini wajib dievaluasi," kata Susanto lagi. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.