Ads Top

Soal Kekecewaan Peserta Lomba Vlog Disporapar Kuningan, Jiud: Perlu Ada Evaluasi

 

Anggota Komisi 2 DPRD Kuningan, H Udin Kusnaedi 

KUNINGAN - Kekecewaan peserta lomba Vlog destinasi wisata yang digelar Bidang Pemasaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan rupanya sampai di telinga salah seorang anggota Komisi 2 DPRD Kuningan. Pada Ahad (21/8), Udin Kusnaedi, ikut bersuara perihal adanya'letupan kekecewaan peserta lomba Vlog ini.
Saat menghubungi kuninganreligi.com, Jiud, sapaannya, mengaku mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Disporapar Kabupaten Kuningan guna mempromosikan destinasi pariwisata di daerah.

"Iya, kan visi misi Pemda Kuningan saat ini sangat konsen pada bidang pariwisata dan pertanian. Tentunya terobosan ini sangat baik untuk memperkenalkan destinasi wisata dengan bentuk video agar bisa ditonton masyarakat luas," papar Jiud.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam hal ini para konten kreator di bidang vlog tentu sangat membantu bidang pemasaran wisata yang ada di Disporapar.
"Mereka (para konten kreator) memang perlu dilibatkan, karena promosi wisata butuh sinergitas semua pihak," ujarnya.
Namun, tatkala pihaknya mendengar ada kekecewaan peserta lomba Vlog yang diselenggarakan Disporapar, Jiud mengaku tidak akan tinggal diam.
Sebagai anggota Komisi 2 DPRD Kuningan yang salah satu mitra kerjanya di bidang kepariwisataan, Ia mengaku perlu melakukan evaluasi sebagai fungsi pengawasan pihaknya pada pemerintah.
"Fungsi kita kan pengawasan, jika ada yang tidak beres di kinerja pemerintah, kita akan pertanyakan hal ini. Nanti Saya akan bahas terkait ini (adanya kekecewaan peserta Lomba Vlog) di Komisi," ungkapnya.
Bahkan, imbuh Jiud, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan segera memanggil pejabat Disporapar Kabupaten Kuningan untuk mendengar permasalahan apa yang saat ini ramai di media sosial tersebut.
"Sebagai penyelenggara pemerintahan tentu harus punya standar operasi kerja yang bagus. Apakah Disporapar ini tidak profesional atau memang kepanitiaan lombanya yang perlu dievaluasi, nanti kita akan panggil," papar Dia.
Jika nanti dalam pembahasannya ditemukan ada penyimpangan dari juklak-juknis lomba sebagaimana yang sudah dikeluarkan Disporapar sebelumnya, maka Jiud meminta agar pimpinan daerah bisa melakukan evaluasi kepada dinas yang bersangkutan.
"Kasihan kan masyarakat yang awal niatnya ingin membantu pemerintah mempromosikan wisata daerah, malah katanya dikecewakan bahkan ditanggapi kurang baik oleh Disporapar nya sendiri," ketusnya.
Sebelumnya diberitakan, Lomba Vlog Destinasi Wisata yang bertema "Pesona Kuningan Maju Berinovasi" yang digelar Bidang Pemasaran,  Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan menimbulkan kekecewaan bagi salah seorang peserta lomba.
Hasan, seorang peserta yang ikut mengirimkan karyanya mengaku kecewa atas kerja panitia lomba.
Kekecewaan HR adalah ketika ada satu peserta yang baru diketahui karyanya pada hari pengumuman pemenang, malah mendapat juara ketiga.
"Sebenarnya menurut aturan kan lomba ini sudah ditutup sejak tanggal 15 Juli lalu, itu ada buktinya dalam chattingan di grup WA Peserta Lomba Vlog dengan panitia," ujarnya.
Ia menyebutkan, panitia tidak bisa segampang itu merubah-ubah aturan tanpa memberitahukan dulu pada seluruh peserta.
"Ketika ada video lain yang diketahui pada batas waktu pengiriman karya telah ditutup, maka video itu seharusnya tidak Syah diikutkan dalam lomba, " ketusnya.
HR menuturkan, lomba Vlog ini dibuka untuk umum sejak Mei lalu, dan pendaftaran peserta sempat diperpanjang karena peserta yang daftar hanya sedikit
"Hingga pendaftaran diperpanjang sampai Akhir Mei bahkan hingga Akhir Juni, sampai akhirnya panitia memutuskan pengiriman karya ditutup pada 15 Juli," katanya.
Ia menilai panitia plin-plan dan tak punya konsistensi.
Pihaknya bertanya, apakah secepat itu dewan juri melakukan penilaian pada peserta yang "nyusul" ini?

Yang membuatnya merasa aneh lagi, peserta yang mengirim email terakhir ini malah mendapat undangan pengumuman pemenang, padahal dalam undangan sendiri namanya tidak tercantum dalam daftar undangan.
"Katanya undangan disampaikan melalui japri kepada para peserta yang tercantum namanya, tapi kenapa yang tidak ada namanya pun mendapat kiriman undangan via WA?" tanya dia.
Secara pribadi, HR mengakui, masalah menang atau kalah itu sudah biasa, karena tujuan dirinya ikut jadi peserta lomba ini adalah berkarya untuk membangkitkan wisata Kuningan.
Kekecewaan Hasan ini sempat diunggah dalam video di akun Tiktok dirinya. Hasan menuliskan kata-kata "Mekanisme Sulit, Manajemen Sulit, Juri Pelit" dalam unggahannya tersebut. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.