Ads Top

Hari Ini, BEM Uniku Gelar Mimbar Bebas Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga BBM

Flyer mimbar bebas BEM Uniku menolak kenaikan BBM


KUNINGAN - Paska kenaikan harga BBM jenis Petralite, Pertamax dan solar yang diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 3 September 2022, sejumlah aksi penolakan dan tuntutan agar kenaikan harga BBM dibatalkan, bermunculan di sejumlah daerah.


Seperti yang akan dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku) pada Kamis (8/9) siang ini. Mereka akan melakukan aksi Mimbar Bebas yang dimulai pada pukul 14:00 WIB.


Ketua BEM Uniku, Furqon Yohana Alfiansyah, saat dikonfirmasi Kamis pagi menyebutkan aksi Mimbar Bebas itu akan dipusatkan di sekitar Taman Kota Kuningan.


"Sedangkan titik kumpul kita di Kampus 1 Uniku dulu, kemudian long march ke Taman Kota Kuningan," ujarnya.


Aksi Mimbar Bebas ini, imbuh Furqon, akan mengangkat tagar #TolakKenaikanBBM #SeptemberHitam dan #BBMNaikRakyatMenjerit.


Adapun jumlah massa yang akan diturunkan BEM Uniku pada mimbar bebas ini adalah sejumlah 50-100 mahasiswa yang akan mengenakan pakaian hitam dan jas almamater.


Untuk diketahui, Pemerintah RI sejak tanggal 3 September 2022 telah memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Petralite, Pertamax dan Solar, harga barunya mulai berlaku sejak pukul 14:30 WIB hari itu.


Presiden Jokowi dalam pernyataannya, seperti dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Kepresidenan, menyebutkan, keputusan tersebut diambil akibat negara dalam keadaan sulit 


"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," terangnya.


Berdasarkan keputusan penyesuaian harga BBM ini sejak 3 September lalu, Petralite kini di harga Rp 10 ribu/liter. Naik sebesar Rp 2.350 dari harga sebelumnya (Rp 7.650/liter).


Sedangkan solar subsidi, dari harga sebelumnya Rp 5.150/liter naik menjadi Rp 6.800/liter, atau naik sebesar Rp 1.650.


Dan untuk harga Pertamax, naik sebesar Rp 2.000, dari harga semula Rp 12.500/liter menjadi Rp 14.500/liter. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.