Ads Top

Hari Ini Karhutla Ciremai Mereda, Luasan Lahan Terbakar Sedang Dihitung

Pantauan drone di lokasi bekas Karhutla, Selasa (27/9) kemarin


KUNINGAN - Hari keempat pasca munculnya titik api di Blok Cileutik, Kecamatan Pasawahan, pada Ahad (25/9/2022), dilaporkan kebakaran hutan dan lahan Gunung Ciremai mereda.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Teguh Setiawan, menyebutkan pada Rabu (28/9) pagi, tidak ada titik api baru yang terdeteksi. Namun, kepulan asap sisa kebakaran masih terpantau di beberapa titik dan sedang dilakukan mopping up oleh petugas.

"Ya, hari pertama, yang terbakar adalah di Blok Cileutik, hingga Blok Manguntapa dan dapat dikendalikan pukul 01.00 WIB keesokan harinya (26/9)," terang Teguh dalam siaran persnya, Rabu pagi.


Pada hari kedua, Senin (26/9) usai dilakukan mopping up untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam, Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Bambang Kurniawan bersama jajarannya melakukan peninjauan ke lokasi.

“ Pak Dandim meminta kita petugas TN Gunung Ciremai untuk tidak sungkan-sungkan untuk menginformasikan kepada babinsa setempat untuk membantu pada saat terjadinya kebakaran di kawasan TN Gunung Ciremai," jelasnya.

Pada kunjungannya tersebut, Dandim juga menyarankan penggunaan drone untuk pemantauan lokasi kebakaran agar lebih efektif.

"Dari pantauan drone kita pada Senin kemarin memang masih ada sisa bara api yang tak terjangkau karena posisinya cukup terjal, berbatu dan semak belukar yang tinggi sehingga kesulitan memastikan bara benar-benar mati," sebut Teguh didampingi San Andre, Kepala SPTN Wilayah I Kuningan.

Jumlah personil TN Gunung Ciremai yang ikut membantu memadamkan api, imbuhnya, ada sejumlah 73 orang, dibantu masyarakat desa yang ada di lingkup Kabupaten Kuningan sejumlah 50 orang, MPA dan KTH dari desa penyangga Kabupaten Majalengka sebanyak 50 orang serta dari BPBD sebanyak 10 orang.

"Pada Senin (26/9) ada sebaran titik api kembali yakni di Blok Erpah, Situmpuk, hingga 1001 tangga manguntapa. Api sudah mulai padam pada pukul 01.08 WIB keesokan harinya (27/9)," terangnya.

Hari Selasa (27/9) saat tim kembali melakukan mopping up pada pukul 08.00 WIB pada di Lokasi Erpah dan Manguntapa lembali kepulan asap terpantau dari Blok Pejaten pada pukul 07.30 di Blok Gunung Rangkong.

Tim bergegas melakukan penghadangan dari Blok Batu Luhur dan Pejaten. Sejumlah 60 orang personil yang terdiri dari petugas TN Gunung Ciremai, MPA Padabeunghar, kelompok masyarakat pengelola wisata alam Pejaten, PDAU Kuningan dan TNI/Polri, dibagi untuk melakukan penghadangan di Blok Batu Luhur dan Pejaten.

"Api mulai menyebar dan terbagi karena angin yang cukup kencang, panas terik matahari, dan kondisi semak belukar kering yang cukup tinggi," ujar Teguh.

Akhirnya, pada pukul 13.30 WIB, bantuan personel berdatangan dari berbagai unsur, seperti dari pengelola wisata alam Jalur Pendakian Palutungan, Tenjo Laut, Buper Ipukan, Lamping Kidang, Lembah Cilengkrang dan Lambosir sejumlah 22 orang.

Kemudian personel dari PDAM Kota Cirebon sejumlah 15 orang, Sabhara Polres Kuningan sejumlah 30 orang, Damkar Kab Kuningan sejumlah 15 orang dengan 2 mobil pemadam kebakaran, BPBD Kuningan sebanyak 10 orang, KRK Kuningan sejumlah 5 orang, CDK wilayah IX sejumlah 5 orang, Camat Pasawahan dan Kepala Desa Padabeunghar, juga hadir.

Kabalai TNGC mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang secara sukarela membantu kami memadamkan api.


"Dengan adanya kerjasama seluruh pihak terutama masyarakat sekitar kawasan TN Gunung Ciremai akan lebih mudah untuk dipadamkan," ujarnya.

Sementara, saat ditanya luasan lahan yang terbakar, Kabalai TNGC menyebutkan belum bisa menyampaikannya. Pihaknya sedang melakukan pengukuran terlebih dahulu bersamaan dengan dilakukannya patroli. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.