Ads Top

Masih Soal Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Geruduk Pendopo: Mana Solusi Pemerintah Daerah?

Bupati Kuningan menemui massa aksi unjuk rasa dari STKIP Muhammadiyah Kuningan terkait solusi Pemda mengatasi masalah kenaikan harga BBM, Jum'at (16/9) 

KUNINGAN - Sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menggeruduk Pendopo Kabupaten Kuningan, Jum'at (16/9) siang. Mereka datang dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan bergerak dari Taman Pandapa di seberang halaman Setda Kuningan.


Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan komitmen Pemkab Kuningan terkait upaya konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM bagi masyarakat Kuningan.



Dengan membentangkan spanduk penolakan kenaikan harga BBM juga mempertanyakan janji Bupati Kuningan mereka memenuhi sebagian Jalan Siliwangi di depan Pendopo Kuningan.


Satu per satu perwakilan dari mereka berorasi dan meneriakkan jeritan-jeritan rakyat kecil yang saat ini menunggu upaya pemerintah (daerah) agar kenaikan harga BBM tidak begitu banyak mempengaruhi kehidupan perekonomian rakyat.


"Katanya Bupati Kuningan menolak kenaikan harga BBM, lah memangnya bisa membatalkan kebijakan pemerintah pusat?," tanya seorang orator.


Ia pun menyebutkan, sudah sepekan, Bupati mengatakan akan melakukan langkah solusi bagi masyarakat untuk mengantisipasi dampak  kenaikan harga BBM. Namun hingga saat ini, masyarakat Kuningan belum merasakan apapun dari solusi yang disebutkan Bupati Kuningan.


Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari sejumlah aparat keamanan dari Polres Kuningan, Kodim 0615 /Kuningan, UPT Damkar dan Satpol PP Kuningan.


Terpantau, aksi yang diguyur hujan ini semakin 'panas', saat para mahasiswa meneriakkan "mana Bupati Kuningan?" dan mereka meminta Bupati hadir di tengah-tengah pendemo untuk menjawab pertanyaan mereka.


"Mana dimana Bupati Kuningan, Bupati Kuningan sekarang ada di mana? Bupati Kuningan jangan diam saja," teriak mereka.


Beruntung, setelah selama 45 menit mereka melakukan orasi, Bupati Kuningan, Acep Purnama, didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuningan, U Kusmana, akhirnya mau menemui massa aksi.


Meski diguyur hujan, Bupati Acep nampak mau berada di tengah pendemo dan tak mau diteduhi payung.


Bupati Acep dengan sabar mendengarkan keluh-kesah pendemo satu per satu, hingga akhirnya Ia memberikan jawaban.



"Kami sangat memahami keluhan-keluhan masyarakat saat ini. Kita juga sebenarnya menolak kenaikan harga BBM ini," ujar Acep.


Ia menganggap wajar masyarakat berteriak karena memang sangat terdampak dari adanya kebijakan pemerintah pusat yang mengganti harga BBM.


"Jika teman-teman mahasiswa ingin kami menyampaikan surat ke Pak Gubernur tentang aspirasi masyarakat Kuningan soal penolakan kenaikan harga BBM ini, silakan kawal, kita nanti Senin akan sampaikan (surat tersebut)," kata Bupati.


Pemerintah daerah pun, imbuhnya, tidak tinggal diam, dan akan melakukan langkah-langkah terbaik untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM ini.


"Kita akan lakukan langkah yang benar-benar solutif dari sekian opsi solusi yang kita sampaikan," tandas Acep.



Ia pun menyebutkan, Pemda Kuningan sudah menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk penanganan masalah akibat kenaikan harga BBM di daerah.


Di akhir kegiatan aksi, Bupati Kuningan sempat menenangkan massa dengan mengajak menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.


Setelah itu, massa akhirnya meneriakan ucapan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas jawaban yang diberikan dan membubarkan diri dengan tertib. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.