Ads Top

Pabrik PT Joshua Masih Dibangun Sudah Rekrut Tenaga Kerja, Ini Kata Kadisnakertrans Kuningan

Kadisnakertrans Kuningan, DR Carlan

KUNINGAN - Tersebarnya pengumuman perekrutan tenaga kerja di PT Fashion Stitch Joshua Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, di beberapa platform media sosial warga Kabupaten Kuningan beberapa hari ini jadi bahan sorotan sebagian masyarakat. 


Bagi para pencari kerja, adanya informasi tersebut ditangkap sebagai informasi emas. Mereka langsung berbondong-bondong mengajukan berkas lamaran kerja kepada pihak penyalur tenaga kerja yang ditunjuk. 



Sebagian masyarakat malah mencibir pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kuningan yang menyebut perekrutan tenaga kerja terlalu dini. 


Mereka mempertanyakan kenapa perusahaan yang pabriknya baru dibangun sudah merekrut tenaga kerja? 


Menanggapi sorotan masyarakat ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kuningan, DR Carlan, angkat bicara. 


Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/9/2022), Carlan menerangkan perusahaan asal Korea itu mempunyai management pengelolaan perusahaan yang sudah benar. 


"Disnakertrans berkewajiban menempatkan para pencaker pada posisi lowongan pekerjaan yang tersedia. Makanya kita menjalin kerjasama dengan PT Joshua ini dalam pengisian posisi lowongan kerja yang mereka buka, " kata Elon, sapaannya. 


Pemerintah, kata Elon, berada di tengah-tengah yang menghubungkan antara oencari kerja dan penyedia posisi pekerjaan. 


Pihaknya mengaku menerima kedatangan manajemen PT Stitch Joshua bersama pemilik modal perusahaan dari Korea yang menceritakan akan membuka lowongan pekerjaan di perusahaan yang mereka bangun di Desa Cieurih.  


Kehadiran perusahaan yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja ini, disambut baik oleh Disnakertrans Kuningan, karena bisa membantu mengurangi tingginya angka pengangguran di Kabupaten Kuningan. 


"Kita sambut baik, karena Disnakertrans Kuningan selama ini punya misi mengentaskan angka pengangguran di Kuningan, " ujarnya. 


Ia meminta manajemen PT Joshua ini untuk menjelaskan skenario perekrutan tenaga kerjanya. Dan pihaknya meminta agar perusahaan tersebut lebih mengakomodasi para pencaker asal Kabupaten Kuningan. 


"Saya juga meminta informasi kepada mereka posisi pekerjaan apa saja yang dibutuhkan. Ini agar jelas kita arahkan, pencaker yang memiliki skill tertentu bisa mengisi posisi sesuai dengan yang dibutuhkan, " paparnya. 



Elon menyebutkan, skenario tahapan perekrutan tenaga kerja yang dilakukan PT Joshua sudah benar. Agar efisiensi biaya, proses perekrutan ini memang sebaiknya dilakukan sejak dini secara bertahap. Sehingga saat fisik pabrik sudah rampung, mereka bisa langsung beroperasi dengan tenaga kerja yang sudah terisi. 


"Kami tekankan juga supaya tidak banyak memperkerjakan naker luar Kuningan, maka kami minta agar mereka berkoordinasi dengan penyalur tenaga kerja lokal Kuningan, " sebutnya. 


Skenario perekrutan dengan melibatkan LPK dan LPTKS ini, kata Elon memang diperbolehkan, dengan peran Disnakertrans sebagai analisis agar penempatan kerja sesuai dengan naker yang dibutuhkan. 


Keterlibatan Disnakertrans Kuningan dalam proses perekrutan tenaga kerja ini diharapkan agar proses pemenuhan posisi lowongan pekerjaan di PT Joshua tidak terkesan liar. 


Untuk diketahui, di perusahaan garmen yang saat ini masih dibangun di Desa Cieurih ini membutuhkan 3 ribu karyawan di 20 posisi hingga Februari 2023 nanti. 



Menurut informasi, fisik bangunan pabrik ini akan selesai dan siap beroperasi, diperkirakan pada Juni 2023. Proses perekrutan tenaga kerja yang posisinya dibutuhkan di awal operasi pabrik, seperti bidang akunting, personalia, dan kelistrikan, sudah dilakukan mulai September ini. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.