Ads Top

Pantau Kebakaran dari Aplikasi, Dandim 0615/Kuningan Sebut Titik Api Sudah Terlihat Sejak Ahad Pagi

Dandim 0615/Kuningan lakukan peninjauan di lokasi kebakaran hutan Kawasan BTNGC, Senin (26/9)


KUNINGAN - Peristiwa kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai diperkirakan sudah terjadi sejak Ahad (25/9/2022), sekira pukul 05.34 WIB dan 06.30 WIB.


Hal itu dikatakan Dandim 0615/Kuningan, Letkol Infanteri Bambang Kurniawan, saat memantau perkembangan kebakaran hutan di kawasan BTNGC dengan menggunakan aplikasi Lapan Fire Hotspot, pada Senin (26/9) siang, di Blok Cileutik, Kecamatan Pasawahan.



"Di aplikasi itu seperti yang sudah Saya cek tadi terlihat titik api ditinjau dari satelit di mulai pada pukul 05.34 WIB dan 06.30 WIB. Jadi, di wilayah ini ada 2 titik hotspot api yang memang dari subuh itu sudah kelihatan," jelasnya didampingi aparat Desa Singkup, Tim Balai TNGC, Tim BPBD Kuningan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH), anggota TNI, Polri dan relawan.


Peristiwa kebakaran tersebut menjadi perhatian Dandim 0615/Kuningan, sehingga pada Senin (26/9) pagi, Dandim Bambang Kurniawan langsung melakukan peninjauan lokasi kebakaran.



Kedatangan Dandim ke lokasi ini untuk melakukan pengecekan terakhir dan memastikan apakah api sudah benar padam atau belum. 


"Menurut informasi Ini kejadiannya kemarin pagi dan baru terdeteksi siang hari. Karena dengan tekhnologi yang terbatas, maka agak kesulitan menangani kebakaran hutan di wilayah TNGC ini," jelas Dandim disela peninjauan. 


Selanjutnya, untuk mengantisipasi kebakaran selaku Dandim Kuningan, Ia akan memerintahkan Babinsa agar mengaktifkan aplikasi Lapan Fire Hotspot.


Dengan aplikasi tersebut, kata Dandim, bisa dilihat titik api bahkan di seluruh wilayah Indonesia. 



"Mungkin nanti dari TNGC bisa mengusulkan tekhnologi drone untuk memantau wilayah kebakaran pada 3-5 titik," imbuhnya. 


Dari aplikasi juga, lanjut Dandim, bisa terdeteksi bahwa titik api di mulai dari Cileutik hingga Tegal Bodas dengan radius 1 Km. Untuk sementara, luas lahan yang terbakar baru diketahui sekitar 150 hektar, dan akan dilakukan pendataan ulang. (Nars/rls)

Diberdayakan oleh Blogger.