Ads Top

Relawan TIK Kuningan Gencarkan Literasi Digital dari Kampus ke Kampus

Pose bersama para narasumber seminar literasi digital dan ratusan siswa SMK Karnas Kuningan 

KUNINGAN - Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini perlu disikapi semua pihak agar tidak terjebak dalam kegagapan teknologi. Semua orang didorong untuk bisa terus beradaptasi dengan teknologi informasi kekinian termasuk di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Kabupaten Kuningan, sejak dibentuk kepengurusan baru yang dipimpin ketuanya Asep Mahpudin, terus menggelorakan literasi digital sebagai wawasan kepada para pelajar dan mahasiswa agar bisa melek teknologi informasi kekinian.

Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kuningan dan beberapa pendukung lain, RTIK Kuningan menyambangi sejumlah SMK dan Perguruan Tinggi untuk menggelar kegiatan Seminar Literasi Digital.
Ketua Relawan TIK Kabupaten Kuningan, Asep Mahpudin kepada kuninganreligi.com menyebutkan roadshow Makin Cakap Digital yang dikemas dalam bentuk seminar ini memang ditujukan untuk generasi-z yang saat ini sedang gandrung-gandrungnya pada dunia internet.
"Intinya agar mereka lebih waspada dan berselancar di dunia maya secara aman serta bisa diarahkan interaksi digital mereka ini kepada hal yang lebih produktif," sebut Asep.
Seperti yang terlihat di lokasi Seminar Literasi Digital yang menyasar kepada dunia pendidikan di SMK Karya Nasional, Rabu (7/9), sejumlah 500 siswa-siswi nampak fokus mendengarkan pemaparan dari 3 narasumber.
Ketiga narasumber tersebut adalah Kepala Dinas Kominfo Kuningan, Wahyu Hidayah, Pengurus Wilayah RTIK Jabar, Rendi Saiful Azid, dan Dosen Ilmu Komputer STKIP Muhammadiyah Kuningan, Dena Latif Setiawan.
Kadiskominfo Kuningan, Wahyu Hidayah, kepada para peserta seminar menerangkan bahwa minat literasi (membaca) penduduk Indonesia saat ini sangat rendah. Dari hasil beberapa survei menghasilkan Indonesia masuk urutan bawah dari angka minat baca penduduknya.
"Dari 61 negara di dunia yang disurvei pada tahun 2019, literasi warga Indonesia berada di urutan ke-60," kata Wahyu.
Kebanyakan, imbuhnya, warga Indonesia lebih suka membaca medsos yang iseng daripada baca buku atau wawasan lain di internet.
Padahal, saat ini di internet juga banyak buku-buku atau bahan bacaan yang telah di-digitalisasi.
Kemudian, Wahyu juga menjelaskan perihal bagaimana menggunakan internet yang aman dan sehat.
"Harus aman ya saat berselancar di internet. Perhatikan rambu-rambu dan lindungi data diri anda yang bersifat pribadi jangan sampai diekspose ke publik, seperti data NIK, alamat lengkap, dan share lokasi," terangnya.
Ia juga mengajak peserta untuk menyampaikan ke pihak lain bahwa data pribadi itu penting.
"Satu lagi jangan sampai kita meninggalkan jejak digital yang akan merugikan kehidupan kita dan keluarga," sebutnya.
Narasumber kedua, Dena Latif Setiawan, memaparkan bagaimana meningkatkan kemampuan digital bagi kalangan pelajar agar bisa menghasilkan secara ekonomi.

"Ada banyak platform di dunia digital yang bisa menghasilkan uang. Silakan kreatif dan tingkatkan kemampuan kita agar tak sia-sia kita memiliki gadget," sebutnya.
Narasumber terakhir, Rendi Saiful Azid, menjelaskan bahwa dunia internet bisa jadi wahana kita mengenalkan potensi budaya, ekonomi dan kemampuan diri kepada khalayak. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.