Ads Top

Sindir Kadisporapar Kuningan, Deri: 'Toto Toharudin tak Punya Kapasitas '

Deri Akbar

KUNINGAN - Menjelang pelaksanaan Event Ragam Pesona (Rampes) Kuningan tahun 2022, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Toto Toharudin, mendapat sindiran pedas dari salah seorang pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.


Adalah Deri Akbar  yang menyatakan bahwa dirinya meragukan kapasitas Kadisporapar Kuningan, Toto Toharudin, untuk bisa membawa pariwisata Kuningan lebih dikenal, apalagi meningkatkan prestasi olahraga dan kepemudaan di Kuningan.



Sindiran Deri ini, katanya, bukan tidak berdasar. Selama ini Ia melihat selama kepemimpinan Toto Toharudin, Disporapar Kuningan tak bisa punya program konkret untuk menunjang tugas, dan fungsi kedinasannya.


"Bagaimana mau serius menangani pariwisata di Kuningan kalau hal ini saja hanya dibuat untuk main main. Belum lagi ketika bicara anggaran. Disporapar hanya buang anggaran saja hanya untuk mengikuti permainan kepala dinas," lanjut Deri.


Seperti salah satu permasalahan terakhir yang ramai diperbincangkan di Disporapar Kuningan, yakni soal Lomba Vlog Destinasi Wisata yang ada diinisiasi Bidang Pemasaran.


Menurut, Deri,  soal lomba vlog yang diselenggarakan Bidang Pemasaran Disporapar Kuningan ini sempat membuat para peserta mundur usai penentuan pemenang yang dianggap tidak fair dan tidak profesional.


Baca Juga



"Hanya bualan saja, tema-nya saja selangit, yakni 'Pesona Kuningan Maju Berinovasi', namun realisasinya bukan inovasi, hanya jadi bahan ejekan para pesertanya sendiri," katanya, saat ditemui di Kuningan, Rabu (7/9).


Ia mengaku mengetahui pernyataan Kadisporapar saat melakukan konferensi pers menghadapi event Rampes yang dilaksanakan Selasa (6/9) kemarin bersama sejumlah awak media.


"Di tengah pemaparan agenda Rampes, tega-teganya Kadisporapar membahas soal lomba Vlog. Ia mengatakan bahwa lomba vlog hanya untuk cek ombak keberadaan para vlogger Kuningan, " ujar Dia.


Pernyataan itu, sebut Deri, jelas berupa satu pelecehan untuk para seniman Vlog. "Di saat para vlogger ini telah memaksimalkan kemampuan membuat karya, malah penyelenggara lombanya mengatakan itu hanya test ombak.


"Sekali lagi Ia mengatakan test ombak. Ini kan berarti memandang kecil para peserta yang sudah capek-capek bikin video. Kalau hanya buat test ombak ya jangan begitu caranya," ketus Deri.


Sikap Kadisporapar ini menurutnya, perlu jadi bahan evaluasi bagi Bupati Kuningan dalam memilih Kepala OPD. 


"Sebagai Anggota Dewan Kebudayaan Kuningan, Saya merasa prihatin dengan pernyataan Toto bahkan menurut saya ini penghinaan untuk Seniman Audio Visual di Kuningan," tegas Dia. 


Sebelumnya, sempat mencuat pemberitaan bahwa 3 dari 5 pemenang Lomba Vlog Destinasi Wisata Disporapar Kabupaten Kuningan menyatakan mundur dari kepesertaan dan mencabut semua materi video yang sudah dikirim ke panitia lomba.



"Kami juga menolak hadiah apapun yang diberikan dan kami nyatakan video tersebut tak bisa digunakan oleh Disporapar sebagai bahan promosi pariwisata baik sebagian ataupun keseluruhan dari materi video itu," sebut Hasan salah seorang mantan peserta lomba Vlog.


Ia menuding panitia sudah tidak profesional dan tidak adil dengan segala aturan yang ditetapkan sepihak tanpa persetujuan seluruh peserta. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.