Ads Top

Rapat Paripurna DPRD Kuningan 


KUNINGAN - Kejadian rapat paripurna di Gedung DPRD Kuningan yang diprotes oleh peserta rapat karena tak diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ternyata tak hanya terjadi pada Kamis (15/9).


Pada pertengahan Bulan November tahun 2020 lalu seorang anggota DPRD Kuningan, Rana Suparman, juga sempat melakukan protes karena pimpinan rapat paripurna, Dede Ismail, tak mengagendakan kumandang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya saat mengawali paripurna.


Waktu itu, Rapat Paripurna Internal DPRD Kuningan digelar untuk agenda Pengumuman Keputusan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Kuningan nomor: 001/Put/BK/X/2020 dan Pengambilan Rancangan Keputusan DPRD tentang Pemberhentian Ketua DPRD Kabupaten Kuningan.


Baca juga:


Saat itu, Rana Suparman dan rekan-rekannya dari Fraksi PDIP protes menolak keputusan rapat dan mengkritisi agenda rapat yang tak diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.


"Setiap prosesi kegiatan pemerintahan atau penyelenggara pemerintahan hendaknya diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," ujar Rana sebelum Walkout bersama rekan-rekannya.


Prosesi menyanyikan lagu Indonesa Raya, menurutnya, adalah bentuk konsensus warga yang mendeklarasikan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Kami anggap rapat paripurna yang digelar ini tidak beretika karena tidak diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya," ketusnya.


Baca juga:



Rupanya peristiwa serupa kembali terjadi, dan terbalik pelakunya. Jika pada tahun 2020, pimpinan sidang dari Fraksi Gerindra, yang protes Fraksi PDIP. Pada Kamis (15/9) ini, yang memimpin rapat dari Fraksi PDIP sedangkan yang protes dari Fraksi Gerindra.

Dua peristiwa sejenis ini, entah satu kebetulan, ataukah memang menunjukkan semakin memanasnya konstelasi politik menjelang tahun politik 2024. 


"Dari dua peristiwa itu, kita sebagai rakyat, hanya berharap yang terbaik, semoga rasa kebangsaan kita semua, termasuk para anggota DPRD Kuningan tidak mudah luntur," ujar salah seorang warga Kuningan, Eka, saat dimintai tanggapan, Kamis sore. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.