Ads Top

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi Minta Menpora, Ketua PSSI dan Kapolri Lakukan Evaluasi

Suasana kericuhan pasca pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam

LIGA 1 (BRI) - Meninggalnya ratusan suporter Aremania dan aparat petugas kepolisian pasca pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam, membuat Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara.


Melalui akun media sosial Facebook Presiden Joko Widodo, Ia menegaskan akan memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pertandingan sepakbola dan prosedur pengamanan penyelenggaraannya.



"Khusus kepada Kapolri Saya minta investigasi dan usut tuntas kasus ini," tegas presiden.


Kemudian, imbuhnya, kepada PSSI, presiden meminta menghentikan sementara penyelenggaraan Liga 1 sampai hasil evaluasi pertandingan dan perbaikan prosedur pengamanan penyelenggaraannya dilakukan.


Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya menyebutkan peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, pada Sabtu (1/10) malam adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia. 


"Turut berduka cita atas meninggalnya 127 penonton dan aparat petugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," kata Emil, sapaannya.


Ia mengajak kepada semua pihak untuk melakukan introspeksi atas tragedi ini.


"Tujuan berolahraga, pembelajaran menerima kemenangan atau kekalahan, profesionalitas kepanitiaan sebuah kegiatan olahraga, teknik pengamanan dan lainnya," ucap Emil.



Ia juga menyinggung stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola tersebut agar tidak memaksakan jadwal pertandingan di malam hari.


"Jangan selalu kejar demi rating TV dengan memaksa pertandingan selalu malam hari," tandasnya.


Emil berharap semua pihak bisa belajar dan mengambil hikmah dari semua ini. 


Untuk diketahui, seperti dilansir dari detik.com, Ahad (2/10), diberitakan, kerusuhan suporter pecah usai Arema FC kalah dari Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Insiden maut tersebut menewaskan hingga 127 orang.


Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjelaskan detik-detik kerusuhan itu terjadi. Insiden maut itu terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). Arema kalah 2-3 dari Persebaya dalam pertandingan tersebut. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.