Ads Top

Sejumlah peserta revitalisasi mata air di Desa Cirukem berpose usai menanam pohon untuk melindungi mata air, Kamis (10/11/2022)

KUNINGAN - Momentum Hari Pahlawan, tanggal 10 November 2022 kemarin jadi perhatian masyarakat di Indonesia. Hari Pahlawan diperingati untuk menghargai dan menghormati jasa-jasa para pejuang dan pahlawan bangsa yang telah gugur dalam memperjuangkan bangsa ini untuk merdeka dan memiliki kedaulatan.



Tak terkecuali bagi sekumpulan aktivis lingkungan hidup di Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Barat Hejo (Gema Jabar Hejo / GJH).


Pada momentum Hari Pahlawan (10/11/2022) kemarin, DPD GJH Kabupaten Kuningan memperingatinya dengan agenda penanaman bibit pohon untuk revitalisasi mata air di Blok Balekambang, Pangangonan, Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi. Kegiatan ini digelar dengan kerjasama GJH DPD Kuningan bersama BUMDes Cirukem.


Pada agenda yang bertema "Pahlawan Lingkungan Merawat dan Menjaga Alam" ini, banyak aktivis lingkungan dan penggiat alam yang hadir. Nampak hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuningan, Wawan Setiawan, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, perwakilan ADM Perhutani KPH Kuningan, Anggota Komisi 3 DPRD Kuningan, Sri Laelasari, Foropimcam Garawangi dan undangan lainnya.


Terlihat juga beberapa perwakilan organisasi kemasyarakatan dan komunitas seperti dari Senkom Mitra Polri, DPD Sundawani Wirabuana, Ampel Luragung, Gemapala, Antapala, Candradimuka, Smandarikal, HMI Cabang Kuningan, Argadika, Mapelija, Kelana Buana dan Mapala dari Universitas Kuningan.


Ketua DPD GJH Kuningan, Daeng Ali menyebutkan, agenda Revitalisasi Mata Air menjadi fokus kegiatan Gema Jabar Hejo pada kurun waktu 5 tahun ini.


"Kita punya semboyan satu jiwa satu pohon, untuk mengajak masyarakat menanam pohon agar mengembalikan serta menjaga fungsi alam ini tetap bertahan," ungkap Ali.


Secara kebetulan, di lokasi revitalisasi mata air di Desa Cirukem ini konon pada jaman perjuangan merebut kemerdekaan, tempat tersebut menjadi lokasi para pejuang untuk berlindung dari musuh.


"Mungkin sudah jodoh, di Hari Pahlawan ini kita berjuang juga menjaga mata air peninggalan para pejuang yang dulu berlindung di sini," katanya.


Di masa kemerdekaan ini, makna pahlawan bisa disandarkan pada banyak upaya untuk hal-hal positif.


"Kita bisa jadi pahlawan dengan tanpa berharap penghargaan melalui kegiatan merawat dan menjaga mata air dan lingkungan. Karena kedepan, pasti anak cucu kita sangat membutuhkan keberadaan mata air ini," ujarnya.


Menjaga mata air dari kerusakan, imbuh Ali, salah satunya dengan menjaga agar lahan tempat mata air ini tetap hijau dengan rimbunnya pepohonan yang bisa menyerap air untuk disimpan.


"Selain menanam pohon, kita juga mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda yang hadir agar bisa menjaga alam dengan mengelola sampah secara bijak," tambahnya.


Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wawan Setiawan, mengaku sangat menghargai upaya Gema Jabar Hejo dalam menjaga dan melestarikan hutan dan alam yang selalu digelorakan.


"Kita akan support upaya-upaya menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari. Apalagi tadi dibahas soal pengelolaan sampah yang saat ini Dinas LH juga sedang mengedukasi kepada masyarakat," kata Wawan.


Hal sama diungkapkan juga oleh Kalak BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana. Menurutnya, upaya menanam pohon di lokasi-lokasi rawan kebencanaan, termasuk daerah rawan kekeringan, sangat beririsan dengan tugas dan fungsi BPBD dalam hal mitigasi kebencanaan.



"Menanam pohon merupakan salah satu upaya mitigasi bencana. Sangat positif sekali kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat," ujar IB, sapaannya.


Pada kegiatan tersebut ditanam ratusan pohon oleh peserta dengan jenis pohon beraneka ragam, seperti Tembesi, Manglid, Akasia, dan Kaboa Afrika.


Gema Jabar Hejo akan menindaklanjuti upaya penanaman pohon ini dengan pengawasan terhadap pertumbuhan pohon tersebut kedepannya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.