Ads Top

Daftar Melamar Kerja Dipungut Rp 40 Ribu, Warga: Belum Tentu Diterima Kerja Uang Pendaftaran Buat Apa?


KUNINGAN - Perekrutan tenaga kerja oleh Disnakertrans Kuningan untuk mengisi lowongan pekerjaan di PT Fashion Stitch Joshua yang pabriknya sedang dibangun di Kecamatan Cidahu, timbul riak di lapangan.

Sejak disosialisasikannya ada lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut oleh pihak Disnakertrans Kuningan beberapa waktu lalu, banyak masyarakat yang menaruh harapan untuk bisa ikut mengisi posisi pekerjaan yang dibutuhkan.


Mereka pun akhirnya berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri sesuai informasi lowongan yang diperolehnya. Ada yang mendaftarkan diri langsung ke Kantor Disnakertrans Kuningan, ada juga yang mendaftar melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tertera pada brosur yang dipublikasikan di berbagai media sosial.

Salah seorang warga Desa Ancaran, sebut saja Sr, saat berbincang dengan kuninganreligi.com, Rabu (16/11/2022), mengaku mendapatkan informasi tentang lowongan kerja di PT Fashion Stitch Joshua ini dari salah satu unggahan akun di media sosial Instagram.

"Saya tahu informasi loker ini dari Instagram. Karena saya butuh pekerjaan setelah lama menganggur, akhirnya saya mencoba melamar ke salah satu LPK yang ada pada brosur yang diunggah di Instagram itu," katanya.



Saat mendaftar dengan membawa sejumlah berkas persyaratan, Sr mengaku diminta sejumlah uang sebesar Rp 35 ribu untuk registrasi pendaftaran dan Rp 5 ribu untuk infak oleh petugas penerima berkas pendaftaran di salah satu pos LPK yang ada di sekitar Pasar Rakyat Ancaran.

"Saya diberi tanda bukti telah mendaftar setelah menyerahkan uang yang katanya untuk pendaftaran itu. Bukan kuitansi," ujarnya.

Kemudian pasca pendaftaran selang beberapa hari, para pelamar, ujarnya, dipanggil ke Kopi Lendot yang ada di belakang Kompleks Terminal Sadamantra, Kecamatan Jalaksana.

"Di sana kami diwawancara oleh pihak HRD Perusahaan terkait profil dan pengalaman kerja kami," terangnya.

Kemudian, para pelamar, imbuhnya, diminta menunggu pemberitahuan selanjutnya. Lalu, pada pemberitahuan selanjutnya ini, para pelamar ternyata diminta membayar uang untuk biaya pelatihan dan akan ada petunjuk mekanisme penempatan kerja.

"Pemberitahuan ini dari nomor admin LPK tempat kami daftar," ujarnya.

Saat dimintai uang untuk biaya pelatihan yang jumlahnya mencapai Rp 1-2 juta ini, Seri menyebutkan, dalam benaknya jadi timbul banyak pertanyaan.

"Untuk kondisi ekonomi masyarakat seperti saya, yang sebesar itu terasa sangat besar. Kami harus berkorban biaya untuk resiko dapur agar bisa membayar biaya tersebut," tandasnya.

Dikiranya, saat membayar uang pendaftaran yang Rp 35 ribu, sudah ada harapan untuk masuk kerja. Ternyata, jika tidak bisa ikut pelatihan dan membayar uang pelatihan, otomatis, para pelamar tidak bisa ikut tahapan seleksi tenaga kerja selanjutnya untuk bisa bekerja di PT Joshua ini.

"Saya belum membayar untuk biaya pelatihan yang Rp 1 juta itu. Karena memang tidak punya uang. Ada teman yang sudah nyicil Rp 150 ribu saja tidak bisa ikut pelatihan kalau belum bayar sisanya. Karena minimal katanya harus bayar dulu sebesar Rp 300 ribu," papar Sr.

Yang jadi pertanyaan besar bagi dirinya, uang pendaftaran yang sudah diberikan di awal sebesar Rp 35 ribu plus infak Rp 5 ribu itu larinya ke mana. Karena jumlah pendaftar kerja, menurutnya, jumlahnya lebih dari 1500 orang. Jika dikalikan jumlah pelamar, tentu uang pendaftaran ini jumlahnya sangat fantastis sekali.

"Karena jika melihat berkas yang diberikan masa harganya sebesar itu. Dan ternyata meski sudah bayar tetap saja tak akan diterima kerja jika tak bayar biaya pelatihan. Sia-sia dong saya bayar biaya pendaftaran yang awal," ketusnya.


Terpisah, salah seorang staf di Disnakertrans Kuningan, yang namanya ada di kuitansi penerimaan uang pendaftaran pelamar kerja, membenarkan adanya biaya pendaftaran sebesar Rp 35 ribu tersebut.

Namun saat ditanya lebih jauh, dirinya enggan menjelaskan perihal tahapan rekrutmen tenaga kerja yang dilaksanakan pihaknya itu.

"Langsung ke atasan saya saja. Soalnya saya tidak berwenang menjelaskan ini," katanya.

Hanya, Ia sempat mengatakan bahwa dalam perekrutan naker untuk PT Fashion Stitch Joshua ini, pihak Disnakertrans Kuningan memang berkolaborasi dengan beberapa LPK yang ada di Kabupaten Kuningan. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.