Ads Top

Kadisnakertrans Tepis Dugaan Komersil pada Perekrutan Naker dengan Alasan Sertifikat Menjahit

Kadisnakertrans Kabupaten Kuningan, Dr Carlan 

KUNINGAN - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Kuningan, Dr Carlan, menepis tudingan adanya upaya komersil pada pelatihan menjahit yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah naungan dinasnya.


Hal itu disebutkannya pasca banyaknya keluhan dari netizen Kuningan soal dugaan adanya pungutan dengan besaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta pada pelaksanaan pelatihan menjahit dengan alasan untuk sertifikasi.



Pelatihan menjahit sendiri diikuti masyarakat sebagai upaya pemenuhan persyaratan keahlian untuk melamar kerja di PT Fashion Stitch Joshua Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu yang sedang membuka lowongan kerja massal tahun ini.


"Pola perekrutan pekerja di PT Joshua itu kan seleksi, latih dan join. Untuk tahapan latih sendiri, kita memang tidak punya dana yang memadai (jika sejumlah ribuan tenaga kerja dibiayai)," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/11/2022).


Namun, Elon, sapaannya, menyebutkan, Disnakertrans memberikan biaya cuma-cuma kepada sejumlah 352 orang untuk mendapatkan pelatihan menjahit.


"Hanya saja jumlah 352 orang ini yang digratiskan harus mereka yang berdomisili di sekitar daerah penyangga perusahaan, seperti di Kecamatan Cidahu, Ciawigebang dan Kalimanggis," terangnya.


Pemberian bantuan pelatihan menjahit cuma-cuma ini, yang untuk 352 orang, diberikan hanya satu kali, yakni di tahun anggaran 2022 ini.


Biaya gratis ini, imbuhnya hanya untuk pelatihan menjahit saja, belum sampai ke pemberian soft skill-nya. 


"Pihak perusahaan mempersilakan Disnakertrans bekerjasama dengan pihak swasta untuk melakukan pelatihan-pelatihan tersebut. Sementara, mereka yang mendaftar dan menempuh pelatihan di luar sana, kita tidak mau mengatur," tandasnya.


Pihaknya hanya menerima untuk sejumlah 352 orang sebagai bentuk kompensasi kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM tempo hari.


"Dari sejumlah 352 orang ini pun, hingga saat ini belum terpenuhi kuotanya semua, padahal gratis. Animo masyarakat terlihat rendah untuk mendaftar," katanya.


Maka bilamana ada yang menyebutkan Disnakertrans menarik biaya untuk pelatihan menjahit, sebutnya lagi, hal ini sangat tidak mungkin. 


"Yang kita berikan gratis saja masih pada enggak mau, kok ini ada yang menyebutkan ditarik biaya sekian besar. Enggak tahu kalau itu (yang ditarik biaya) adalah yang latihan di LPK ya, itu diluar kita," tegas Elon.


Kabupaten Kuningan, sebutnya lagi, adalah kota kecil yang masyarakatnya belum akrab dengan adanya investasi. 


"Sangat banyak dugaan ke kita bahwa kita mendapat keuntungan dari adanya perekrutan naker ini. Namun jangankan yang ditarik biaya, yang gratis saja masih pada enggak mau daftar," kilahnya. 



Pihaknya tidak menutupi jika banyak pihak yang ikut bermain, sebagai penyalur, dalam upaya perekrutan tenaga kerja sejak dibuka lowongan oleh PT Fashion Stitch Joshua. 


Untuk hal diluar kedinasannya, Elon, enggan berkomentar banyak, karena diluar kebijakan pihaknya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.