Ads Top

Paman korban pelajar yang meninggal, Suhanan memberikan keterangan kepada media, Senin (21/11/2022) siang

KUNINGAN - Mengetahui keponakannya meninggal diduga karena dianiaya, paman korban meminta pihak berwajib bisa memproses para pelaku secara hukum. 


Suhanan (42 tahun) warga Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, saat ditemui wartawan di rumah duka korban tewas karena dugaan pengeroyokan, menyebutkan sangat wajar jika pihaknya merasa harus menempuh jalur hukum.


"Misalkan dari pihak sana (pelaku) hanya secara kekeluargaan, kan jalur hukum harus ditegakkan," ungkapnya, Senin (21/11/2022) siang.



Sebagai paman korban, imbuhnya, jika merasakan kekecewaan (atas peristiwa yang menimpa keponakannya) adalah hal yang manusiawi.


"Jika menuntut proses hukum dari pihak korban kan merupakan satu kewajaran," kata Suhanan.


Sementara, pihak sekolah tempat korban menuntut ilmu, MTs Al Ikhlas Desa Jambar, menegaskan sejak Senin (21/11/2022) pagi, mereka sudah mengeluarkan oknum pelajar yang diduga terlibat dalam kasus perundungan terhadap rekannya.

Baca juga:

"Sejak Senin pagi kami secara tegas sudah mengeluarkan mereka dari sekolah. Ketiga terduga pelaku sudah menjalani proses hukum oleh pihak berwajib," terang Ketua Kesantrian Pondok Pesantren/MTs/MA Al Ikhlas Desa Jambar, Bahir Pamungkas, saat ditanya awak media.


Pihaknya menyanggah informasi bahwa korban meninggal di lingkungan pondok. Karena, menurutnya korban sempat dibawa ke tenaga medis untuk diperiksa kondisinya.

Baca juga:

Pelajar MTs di Nusaherang Meninggal, Polisi: Masih dalam Pemeriksaan

Ini Identitas Pelajar yang Diduga Tewas Dianiaya Rekannya 

Diduga Dikeroyok, Seorang Pelajar Meninggal, Pihak Sekolah Shock

"Tersiar (info) bahwa korban meninggal di pondok pun tidak semua dibenarkan. Karena kami sempat merujuk (korban) ke tenaga medis yang kemudian ke klinik setempat. Dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD," kata Bahir.



Namun begitu pihaknya tidak menafikan bahwa ada unsur dugaan penganiayaan pada peristiwa yang menimbulkan korban akhirnya meninggal dunia.


Informasi sebelumnya, seorang pelajar kelas 8 MTs Al Ikhlas Desa Jambar dikabarkan meninggal dunia setelah diduga terlibat penganiayaan oleh seniornya.


Korban bernama Dwi Valentino Nugroho (15 tahun), warga Dusun Pahing Desa/Kecamatan Kadugede. 


Pihak kepolisian Polres Kuningan menerangkan masih melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.