Ads Top

Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda didampingi Kasat Reskrim, AKP M Hafid Firmansyah saat memberikan keterangan di Mapolres Kuningan, Senin (21/11/2022)

KUNINGAN - Buntut peristiwa meninggalnya seorang pelajar di MTs Al Ikhlas Desa Jambar Kecamatan Nusaherang, Satreskrim Polres Kuningan menyebutkan sedang melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi.


Ketiga orang saksi ini juga merupakan pelajar dari lembaga pendidikan tempat korban meninggal menuntut ilmu.


"Ya kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi.



Untuk mengetahui kronologisnya seperti apa, peran-peran perorangnya seperti apa," kata Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda, saat ditanya wartawan di Mapolres Kuningan, Senin (21/11/2022).


Mereka, imbuh Kapolres Dhany, saat ini kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan berikutnya.


Pihak kepolisian, katanya, masih menunggu hasil visum terhadap jenazah korban yang dikirim ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu.


" Kita juga meminta rumah sakit di Indramayu untuk otopsi mengetahui penyebab kematian korban," sebutnya.


Kapolres memastikan jumlah korban hanya ada 1 orang. Hingga Senin siang, Polisi belum bisa menjelaskan keterangan terkait kronologi peristiwa yang mengakibatkan korban meninggal dunia.


"Untuk detail kronologi kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia nanti selengkapnya kita akan sampaikan selanjutnya," ujar Kapolres.


Pihaknya juga menyebutkan akan memanggil pihak sekolah untuk menggali keterangan selengkapnya terkait peristiwa yang menghebohkan di Desa Jambar ini.


Sebelumnya diberitakan, salah seorang pelajar MTs Al Ikhlas yang beralamat di Desa Jambar Kecamatan Nusaherang dikabarkan meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh sesama pelajar di sekolah tersebut.


Korban bernama Dwi Valentino Nugroho (15 tahun) pelajar kelas 8 MTs Al Ikhlas Desa Jambar Kecamatan Nusaherang, yang merupakan warga Dusun Pahing Desa/ Kecamatan Kadugede.



Keluarga Korban, Suhanan, saat dikonfirmasi di rumah duka meminta peristiwa meninggalnya korban bisa diusut tuntas secara hukum.


"Pihak sekolah seharusnya bisa memberikan rasa aman terhadap para siswa, bukan bertanggungjawab soal memberikan pelajaran saja," ungkapnya.


Terpisah, pihak sekolah, saat berita ini ditulis belum memberikan keterangan lengkap. 


Saat dikonfirmasi, seorang pengajar hanya membenarkan meninggalnya pelajar di MTs Al Ikhlas tersebut.


"Iya Saya sedang mendapatkan musibah.. maaf Saya tidak bisa menjawab selengkapnya Saya sedang sock.. Sudah ditangani oleh yang berwajib," jawab seorang guru dari sekolah tersebut pada Senin (21/11) pagi. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.