Ads Top

Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH 

KUNINGAN - Berbeda dengan apa yang disampaikan Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda dan Asisten Daerah II Kuningan, Ukas Suharfaputra, Bupati Kuningan, Acep Purnama punya pandangan lain tentang merebaknya ancaman resesi global yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023.


Saat dimintai tanggapan terkait adanya ancaman resesi ekonomi di tahun 2023, Bupati Acep meminta masyarakat jangan berkecil hati.



"Kita jangan terlalu berkecil hati ya, orang mengatakan resesi, orang mengatakan apapun juga sah-sah saja, toh bagi kami khususnya di Kuningan semuanya masih berjalan normal," papar Acep saat ditemui disela kegiatan peluncuran 3 aplikasi yang menunjang kinerja pemerintahan di Hotel Purnama Mulia, Selasa (27/12) kemarin.


Bupati menyebutkan, ketersediaan pasokan kebutuhan pangan dan barang-barang lainnya di masyarakat Kabupaten Kuningan masih dinilai dalam keadaan normal.

Baca juga:

"Daya beli masyarakat juga masih normal, tidak langsung menukik menurun, tidak," tandasnya.


Tingkat inflasi di Kabupaten Kuningan pun, kata Acep, saat ini masih bisa ditekan. Bahkan, diyakinkannya, Kabupaten Kuningan mendapat prestasi sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi terbaik se-Jawa Barat.

Berita Terkait:

"Iya, data dari Pemprov, kita disebut kabupaten dengan prestasi pengendalian inflasi terbaik di Jawa Barat untuk kategori non Indeks Harga Konsumen (IHK)," jelas Acep.



Sebelumnya, diberitakan, Wakil Bupati M Ridho Suganda menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan saat ini sedang melakukan upaya pengendalian terhadap kecenderungan naiknya angka inflasi di daerah.


"Inflasi ini harus bisa kita kendalikan. Terlalu rendah jangan, terlalu tinggi juga salah. Inflasi ini penting dijaga dan dikendalikan," ungkapnya.


Salah satu upaya pengendalian inflasi ini, imbuhnya, pemerintah daerah Kabupaten Kuningan harus menjaga harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di semua pasar agar stabil.


"Pemerintah daerah juga punya kewajiban menjamin aspek produksi, aspek ketersediaan dan pemasaran bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat," tandasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.