Ads Top

Jalur Ciniru-Cipedes terancam putus setelah sebagian badan jalan amblas terkikis air, Kamis (08/12/2022)

KUNINGAN - Intensitas hujan yang terjadi hampir setiap hari di awal Bulan Desember ini, berdampak pada ancaman terputusnya jalan penghubung Desa Ciniru dan Desa Cipedes di Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan.


Seperti yang terjadi pada Kamis (08/12/2022) sore, sebuah unggahan video yang memperlihatkan visual pengikisan tanah penopang jalan oleh air hujan, tersebar di beberapa group media sosial warganet Kuningan.



Pada video berdurasi 27 detik tersebut, terlihat sebagian badan jalan amblas karena tanah terkikis aliran air hujan.


Kepala Desa Cipedes, A Rusdiana, saat dikonfirmasi kuninganreligi.com, Kamis (08/12) malam, membenarkan peristiwa bencana tanah terkikis yang membuat sebagian badan jalan penghubung Ciniru-Cipedes amblas dan terancam putus.


"Iya benar Kang, panjangnya sekira 20 meteran. Ini lokasinya di Blok Tonjong Cipedak," kata Kades A Rusdiana. Lokasi pengikisan tanah tersebut, imbuhnya, bukan di lokasi longsoran yang sebelumnya terjadi.


"Bukan di lokasi yang kemarin longsor, itu tanah tergerus," ujarnya.

Baca juga:



Mulai Jum'at (09/12/2022) besok, sebut Nana, sapaannya, pihaknya bersama masyarakat akan melakukan pembersihan material tanah yang terkikis dari atas tebingnya.


"Insya Allah akan dilaksanakan juga upaya pelebaran jalan dan pemasangan tembok penahan tebing (TPT)," ungkap Dia.



Adapun kebutuhan untuk penanganan bencana ini, Ia menyebutkan, sangat membutuhkan penambahan alat berat 1 unit lagi.


"Selain itu, kita juga membutuhkan material bahan bangunan untuk pembuatan TPT dengan volume 20 m x 5 m," tandasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.