Ads Top

Gempa Bumi 3,8 M "Bangunkan" Warga Kabupaten Kuningan

Ilustrasi Gempa Bumi di Kabupaten Kuningan 


KUNINGAN - Sebagian warga Kuningan di beberapa wilayah merasakan terjadinya guncangan gempa berkekuatan magnitudo 3,8 pada Kamis (22/12) pagi sekira pukul 04:18 WIB.


Seperti yang disiarkan akun resmi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) RI, menyebutkan, gempa bumi ini berkekuatan M=3,8. Episenter terletak pada koordinat 6.99 LS dan 108.48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km Barat Daya Kabupaten Kuningan pada kedalaman 5 km. 



"Jenis dan Mekanisme Gempabumi: dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal setempat, " terang Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, pada penjelasannya, Kamis pagi.


Akibat merasakan getaran gempa yang lumayan kuat, sebagian warga kuningan langsung membuat unggahan di beranda media sosial mereka bahwa mereka merasakan adanya guncangan.


"Adalah yang merasakan gempa pagi ini?" tanya Rizal dalam akun Facebooknya.


Dari pantauan KR pada setiap komentar, warga Kuningan bagian barat rata-rata merasakan getaran gempa Kamis pagi ini. Mereka yang sedang tertidur pulas mendadak bangun akibat merasakan getaran gempa.


Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan kejadian gempa bumi di wilayahnya ini pada Kamis pagi.


"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di wilayah Kuningan dengan Skala Intensitas III MMI," papar IB, sapaannya.


Hingga saat ini pihaknya belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi yang dirasakan warga pada Kamis pagi.


"Hingga pukul 05:00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," ujarnya.



Pihaknya menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata IB lagi. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.