Ads Top

Dugaan Percobaan Penculikan Anak Heboh di Desa Cipedes, Ini Kata Kades

Ilustrasi dugaan percobaan penculikan anak

KUNINGAN - Dugaan percobaan penculikan anak terjadi di Kabupaten Kuningan. Pada Kamis (26/01/2023) beredar sebuah tangkapan layar dari percakapan di media WhatsApp warga Kuningan terkait himbauan kewaspadaan akan terjadinya percobaan penculikan anak ini.


Sebuah foto terlihat pada screenshot WhatsApp ini menunjukkan seorang anak laki-laki yang didampingi seorang petugas kepolisian.



"Sudah d datangi dan bnr pa udh mau d bawa sma motor laki2 pake helm+masker d kasih uang 10rb d iming2imingi ada byk jajanan d depan uang sudah d terima dan pura2 mau naik motor tp langsung lari masuk k dlm pesantren dan laki2 tsb langsung pergi k arah Ciniru," demikian caption pada unggahan foto di WhatsApp yang tersebar itu.


Kemudian si penyebar info, menuliskan lagi kata-kata:" kejadian d Cipedes penculikan anak".


Saat dikonfirmasi terkait foto yang tersebar pada Kamis pagi ini, Kepala Desa Cipedes, A Rusdiana, membenarkan adanya informasi tersebut.


Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kades Cipedes menyertakan catatan suara yang menggambarkan kronologi percobaan penculikan anak di desanya.


Ia pun menambahkan, kepada seluruh masyarakat Desa Cipedes untuk tetap tenang dan tidak resah dengan terjadinya dugaan percobaan penculikan anak yang terjadi hari kemarin ini.


"Kita harus perketat lagi keamanan lingkungan dan sekolah, Pemdes Cipedes bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani kejadian kemarin agar tidak terjadi lagi," tandasnya seperti yang diungkapkan melalui status media WhatsApp Kades Cipedes ini.


Menurut informasi dari catatan suara yang dilampirkannya, disebutkan, di salah satu sekolah dasar di Desa Cipedes ini, saat anak sekolah sedang istirahat, ada anak yang hendak jajan di belakang sekolah.


Pas si anak ini mau jajan sendirian, ada seorang laki-laki mengajak jajan anak ini ke depan dengan naik sepeda motor. Si orang tak dikenal ini memberikan uang Rp 10 ribu kepada anak sekolah tersebut.


Dilanjutkan informasi ini, Si anak sempat menerima uang tersebut namun akhirnya menolaknya dan pergi. Saat dikejar oleh orang tak dikenal ini, si anak lari ke dalam komplek pesantren di Blok Sukasari.



Terpisah, Kapolsek Ciniru, IPTU Sukendri, saat dikonfirmasi kuninganreligi.com membenarkan adanya informasi percobaan penculikan anak tersebut.


"Positif percobaan (penculikan anak)," jawabnya singkat.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Kapolsek mengaku sedang menggali keterangan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.