Ads Top

Sinergi dengan Kemenag, Bidang UMKM Perindustrian Diskopdagperin Kuningan Targetkan 1500 Sertifikat Halal

Kepala Bidang UMKM Perindustrian, Alvin Fitranda ,ST,MSi.

KUNINGAN - Kepala Bidang UMKM Perindustrian, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Alvin Fitranda menyebutkan pada tahun 2023 ini pihaknya menargetkan pembuatan 1.500 sertifikat halal bagi produk UMKM di masyarakat.


Pembuatan sertifikat halal ini, imbuhnya, merupakan sinergitas Diskopdagperin Kuningan bersama Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.



Hal itu dikatakan Alvin saat berbincang dengan kuninganreligi.com di ruang kerjanya, Rabu (25/01/2023).


Untuk pembuatan Si-Halal ini, Diskopdagperin Kuningan sifatnya melakukan pendampingan kepada pemohon dari pelaku UMKM agar bisa cepat mempersiapkan segala persyaratan pembuatannya.


"Tahun kemarin (2022) kita menargetkan pembuatan sertifikat halal ini sebanyak 1000 namun capaiannya ternyata melebihi target hingga 1028," ujarnya.


Selain program pembuatan sertifikat halal, pihaknya juga menargetkan pembuatan PIRT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, sebanyak 1000 PIRT di tahun ini.


"Kemudian kita juga bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu (DPMPTSP) untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku UMKM," sebutnya.


Jika ada pelaku UMKM yang datang ke Diskopdagperin untuk pembuatan NIB ini, pihaknya tetap akan melayani meski secara domain soal NIB ini ada di DPMPTSP.


"Kecuali jika jumlah pemohonnya banyak, maka kita arahkan ke DPMPTSP," ujarnya lagi.


Di luar itu, pihaknya juga terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar bisa mengembangkan bisnis mereka.


"Kemarin kita sudah punya regulasi untuk pembinaan UMKM ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) akan berdiri secara mandiri berbentuk UPTD," kata Alvin.


Para pelaku UMKM tetap bisa dibantu secara konsisten oleh PLUT ini yang sudah berbentuk UPTD nantinya.



"Jumlah pelaku UMKM di Kuningan ini berdasarkan dari di aplikasi Si BaDu miRakyat ada sekira 60 ribuan. Ini akan terus kita bina untuk bisa eksis berusaha sambil berkembang bersama," paparnya.


Belum lagi, para pelaku UMKM ini nanti didorong bisa berprestasi menjadi UMKM-UMKM juara.


"Kita juga ada program One Pesantren One Product (OPOP) yang digulirkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Pemprov Jawa Barat ," tandasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.