Ads Top

Waspada Bencana Hidrometeorologi, BPBD Kuningan Sebar Himbauan

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, S.S.TP.

KUNINGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan merilis himbauan untuk kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksikan rawan terjadi di awal tahun 2023 ini.


Kepada kuninganreligi.com, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, pada Selasa (10/01/2023) menyebutkan, pihaknya menghimbau masyarakat agar senantiasa siap siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksikan terjadi di awal tahun ini.



"Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan puncak musim hujan terjadi antara bulan Desember 2022 sampai Februari 2023," kata Kalak BPBD Kuningan.


Pihaknya menghimbau masyarakat agar meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan serta mengantisipasi dan meminimalisir risiko bencana di musim penghujan ini.


Bencana yang rawan terjadi yaitu bencana tanah longsor / pergerakan tanah dan banjir, terutama pada daerah kawasan rawan bencana.


"Untuk wilayah Kabupaten Kuningan sendiri memiliki potensi bencana tanah longsor / gerakan tanah cukup tinggi di Jawa Barat. Disamping itu Kuningan juga memiliki beberapa sungai yang memungkinkan berakibat bencana banjir, " ujar IB, sapaannya.


Kalak BPBD menghimbau semua pihak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi yang dianggap perlu seperti  mitigasi dan kesiapsiagaan.


"Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan kegiatan pembersihan lingkungan baik saluran drainase pemukiman, aliran sungai seperti bersih-bersih sungai dari sampah yang menghalangi gerak air dari hulu ke hilir, " paparnya.


Langkah lainnya adalah dengan memangkas dahan, cabang atau pohon yang rawan tumbang.


"Serta apabila melihat ada retakan pada jalan, tanah maupun tebing agar segera melakukan upaya penutupan sebelum berisiko terjadi tanah longsor," ucapnya.


Kepada masyarakat, IB, sapaannya, menghimbau juga agar secepatnya membentuk posko kesiapsiagaan di desa rawan bencana dan melakukan pemantauan secara cermat. dan berkelanjutan untuk mengetahui situasi terkini (real time) terhadap perkembangan informasi peringatan dini cuaca musim penghujan.


"Lalu melakukan pemetaan maping serta deteksi dini terhadap potensi ancaman, risiko dan kerentanan bencana untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul paling aman apabila situasi tanggap darurat," sebut IB.


Kepada semua pihak, BPBD mengajak untuk senantiasa meningkatkan koordinasi kolaborasi dengan segenap unsur pentahelix dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.


"Meningkatkan koordinasi komunikasi dan melaksanakan pelaporan tertulis yang bersifat akurat cepat, tepat dan terpadu kepada Bupati Kuningan dan Dinas Teknis terkait," katanya lagi.


Pihak BPBD Kuningan, tambahnya, tetap berupaya merespon semua laporan dari masyarakat yang akan dilakukan secara real-time. Masyarakat bisa menghubungi Markas BPBD Kabupaten Kuningan, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 80 Kuningan, atau melalui Call Centre (0232) 876233 Faximile (0232) 873 303 HP Pusdalops 08112442444, bilamana ada hal yang perlu disampaikan.



Masyarakat juga bisa mengakses beberapa laman website untuk memonitor secara berkala dan mendapatkan informasi peringatan dini cuaca serta potensi ancaman bencana.


Laman website tersebut diantaranya adalah http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/satelit; http://web.meteo.bmkg.go.id/id/prakiraan/ikhtiar-indonesia, https://signature.bmkg.go.id, http://modis-catalog.lapan.go.id/hiwari-8/; dan https://vsi.esdm.go.id/. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.