Type Here to Get Search Results !

Bottom Ad

KSU Karya Nugraha Khawatir Dampak Serangan Penyakit LSD pada Sapi Perah Seperti PMK

Dampak PMK belum reda, peternak sapi perah di Kecamatan Cigugur khawatirkan merebaknya penyakit LSD
Seorang peternak di Kuningan, memeriksa kondisi kandang. Ditengah kondisi dampak PMK yang masih dirasakan, para peternak sudah dibayangi lagi dengan adanya penyakit LSD pada sapi

KUNINGAN - Pihak Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha yang membina ratusan peternak sapi perah di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan mengkhawatirkan serangan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi perah akan berdampak parah seperti kejadian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi beberapa waktu lalu.


Hal itu dikatakan pengurus KSU Karya Nugraha, Udir Sudirja, saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (07/03/2023).


"Iya, kan dampak PMK saja belum beres, saat ini produksi susu di peternakan masih belum normal. Sekarang sudah datang lagi penyakit cacar sapi (LSD) yang katanya sudah merebak di Jateng dan Jatim," paparnya.


Untuk mencegah penyebaran LSD di lingkungan peternakan sapi binaan KSU Karya Nugraha, pihaknya segera melakukan antisipasi dengan bergerak cepat menginventarisasi sudah berapa banyak sapi perah yang terserang gejala LSD.


"Kita berkoordinasi dengan pihak Kesehatan Hewan Diskanak Kuningan untuk melakukan uji laboratorium apakah gejala yang terlihat pada belasan sapi perah di kandang peternak kami ini positif LSD atau bukan," kata Udir.


Pihaknya berharap di wilayah Kabupaten Kuningan tidak marak penyakit LSD pada sapi-sapi milik peternak. 


"Akibat wabah PMK saja kemarin, banyak peternak mengalami dilema dengan banyaknya kerugian. Produksi susu saja dari 25 liter per hari sekarang hanya bisa 10 liter," ungkapnya.


Saat ini pihaknya terus menghimbau agar peternak bisa memberikan suplemen dan vitamin pada sapi-sapi mereka supaya daya tahan tubuhnya kuat dan tidak mudah terjangkit penyakit.


Sebelumnya, diberitakan, penyuluh kesehatan hewan KSU Karya Nugraha, Jhonnais menyebutkan, dari hasil inventarisasi yang dilakukannya di beberapa kandang, baru teridentifikasi ada 13 ekor sapi perah yang diduga mengalami gejala LSD atau cacar sapi.


Ia menerangkan, ciri-ciri sapi yang terjangkit LSD ini ada benjolan atau bentol-bentol pada seluruh tubuhnya. Bentol-bentol tersebut, awalnya berwarna putih yang kemudian akan menghitam.


"Setelah warna bentolnya menjadi hitam, nanti akan pecah dan mengeluarkan nanah atau cairan," katanya.


Sapi-sapi perah yang terjangkit LSD atau yang saat ini banyak disebut penyakit lato-lato ini, sudah teridentifikasi sejak sepekan yang lalu.


"Saat ini ada dalam penanganan kami dan Petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan,' ucapnya. (Nars)


Posting Komentar

0 Komentar

Top Post Ad

Below Post Ad

Bottom Ad